Daging Olahan dan Kuning Telur Tingkatkan Risiko Obesitas

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 14 April 2020 21:52 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 14 298 2199243 daging-olahan-dan-kuning-telur-tingkatkan-risiko-obesitas-LmOTaO18EX.jpg Ilustrasi Tarot. (Foto: Shutterstock)

MEMILIKI tubuh ideal dan langsing memang bukanlah suatu kewajiban. Tapi, memiliki tubuh sehat dan tidak obesitas adalah sebuah kewajiban yang harus kita lakukan.

Pasalnya, obesitas kerap dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan, seperti jantung dan diabetes. Jumlah lemak tubuh yang berlebihan bisa memicu terjadinya penyakit yang cukup serius.

Selain disebabkan oleh makan yang terlalu banyak dan kurang aktivitas fisik, obesitas juga bisa disebabkan oleh bakteri yang ada di usus. Dalam penelitian yang dipublikasikan di jurnal Cell Report, peneliti menemukan kaitan antara bakteri usus dan obesitas. Bakteri usus menghasilkan zat kimia yang bisa menyebabkan obesitas.

Cairan trimetilamin oksida (TMAO) yang dihasilkan oleh bakteri usus bukan hanya menyebabkan risiko terkena serangan jantung dan stroke. Cairan TMAO terlibat dalam jalur metabolisme tubuh bisa menyebabkan obesitas. TMAO diperoleh saat tubuh mencerna produk hewani seperti daging merah, daging olahan, kuning telur, dan hati.

Wanita Obesitas

“Mikrobioma telah terbukti mempengaruhi penyakit kardiovaskular, namun belum ada bukti nyata mengenai bagaimana bakteri usus mempengaruhi obesitas. Temuan ini menjelaskan cara yang mungkin untuk memanipulasi microbiome dengan terapi untuk memerangi obesitas dan epidemi diabetes kita,” tambah Dr Brown seperti yang dilansir dari Express.

Menurut peneliti, genFMO3 yang terdapat dalam tubuh dapat mengubah TMAO menjadi bentuk aktif sehingga proses metabolisme tidak berjalan lancar. Mereka melakukan penelitian pada seekor tikus yang gen FMO3-nya telah dinonaktifkan.

Walaupun diberikan makanan tinggi lemak dan berkalori tinggi yang berasal dari produk hewani, tikus tetap terlindungi dari obesitas.

Para peneliti percaya bahwa dengan mengubah jalur metabolisme bakteri usus, jaringan lemak bisa dirangsang untuk mencegah obesitas. Dr J. Mark Brown dari Klinik Clevland mengatakan, Obesitas, diabetes, dan penyakit kardiovaskular sangat terkait dengan TMAO.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini