Tekan Penularan COVID-19, PSBB Mutlak Harus Dipatuhi Masyarakat

Helmi Ade Saputra, Jurnalis · Selasa 14 April 2020 08:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 14 481 2198767 tekan-penularan-covid-19-psbb-mutlak-harus-dipatuhi-masyarakat-mTtnVA57Cn.jpg Jubir Pemerintah dalam Penanganan Covid-19 (Foto : BNPB Indonesia/Youtube)

Jumlah pasien positif COVID-19 di Indonesia hingga Senin 13 April 2020 telah mencapai 4.557 orang. Dari jumlah tersebut, 399 orang meninggal dunia dan 380 pasien sembuh.

Hal tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Penanganan COVID-19 dalam konferensi pers daring di Graha BNPB Jakarta, Senin 13 April 2020. Karenanya, dalam kesempata itu, Yuri mengimbau kepada masyarakat untuk tetap di rumah.

"Karena ini menjadi kunci sukses kita untuk menekan semaksimal mungkin penularan kasus baru akibat interaksi dengan orang tanpa gejala (OTG) dan orang dalam pemantauan yang berada di luar rumah. Ini menjadi penting, karena inilah yang menjadi kekuatan kita," ujarnya di Graha BNPB Jakarta, Senin 13 April 2020.

Jubir Pemerintah dalam Penanganan Covid-19

Yuri mengingatkan bahwa masyarakat harus menyadari faktor pembawa penyakit COVID-19 adalah orang. Pergerakan aktivitas sosial orang yang bisa menyebabkan terjadinya penularan atau pemindahan COVID-19 dari satu tempat ke tempat lain.

Selain itu, menurut Yuri, adanya kelompok masyarakat yang rentan karena tidak melindungi diri dengan memakai masker dan abai terhadap aturan jaga jarak fisik minimal dua meter membuat risiko penularan di luar rumah sakit semakin besar.

"Oleh karena itu, mutlak harus kita batasi aktivitas dan mobilitas sosial agar risiko menularkan atau risiko tertular bisa kita tekan semaksimal mungkin. Karena itu, mari gotong royong, bertenggang rasa, saling melindungi dengan mematuhi ketentuan-ketentuan yang telah dibuat pemerintah dan pemerintah daerah dalam menjalankan Pembatasan Sosial Berskala Besar," pungkasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini