Beda Negara, Ini Cara Unik Pasangan Swiss-Jerman Obati Rindu saat Pandemi Corona

Rabu 15 April 2020 16:46 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 15 196 2199613 beda-negara-ini-cara-unik-pasangan-swiss-jerman-obati-rindu-saat-pandemi-corona-dhhydzhLvl.jpg Pasangan beda negara, Rohde dan Brassel. (Foto: Noelle Ilien)

PERBATASAN negara-negara di Eropa ditutup akibat pandemi virus corona COVID-19. Akibatnya, tak sedikit orang terpisah ruang dan waktu. Termasuk para pasangan yang harus menjalani hubungan jarak jauh alias LDR.

Penutupan perbatasan, seperti di wilayah Schengen Eropa, mengakibatkan beberapa pasangan tiba-tiba berada dalam hubungan jarak jauh, meskipun tinggal berdekatan. Hal itu dialami Andrea Rohde dan Markus Brassel, yang telah menjalin hubungan asmara lebih dari 10 tahun.

Rohde tinggal di Konstanz di Jerman selatan, sementara Brassel tinggal hanya beberapa kilometer jauhnya di desa Tägerwilen, Swiss.

rohde

Jarak itu biasanya ditempuh dalam 10 menit dengan mobil. Tetapi karena perbatasan antara Jerman dan Swiss ditutup pada 16 Maret 2020, perjalanan itu menjadi tidak mungkin dilakukan.

Namun, Rohde dan Brassel telah menemukan cara untuk tetap bersua. Beberapa kali seminggu, masing-masing menuju ke perbatasan Jerman-Swiss yang membelah kota Konstanz dan Kreuzlingen, kemudian bertemu di balik pagar.

Rohde dan Brassel bertemu beberapa kali seminggu di perbatasan Swiss-Jerman, yang ditutup bersama dengan anjing mereka, Niro.

Rohde mengatakan berkontak dengan pasangan melalui aplikasi Skype tidak bisa dibandingkan dengan bertemu secara langsung.

"Itu sesuatu yang lain, bahkan ketika kami terpisah sejauh dua meter," katanya, dilansir Okezone dari BBC Indonesia.

Rohde dan Brassel tidak sendiri. Lebih dari 100 pasangan menuju ke perbatasan Kreuzlingen-Konstanz untuk berada sedekat mungkin dengan pasangan mereka.

Pada akhir pekan baru-baru ini, lebih dari 100 pasangan yang terpisah antara Swiss dan Jerman, menuju ke perbatasan Kreuzlingen-Konstanz untuk bertemu. Suhu yang lebih hangat akan menarik lebih banyak pasangan kekasih mengunjungi titik itu beberapa hari dan minggu mendatang.

Wali Kota Kreuzlingen, Thomas Niederberger mengatakan, sebelum pembatasan perjalanan, orang-orang dapat bergerak bebas antara Kreuzlingen dan Konstanz sejak 2009. Dia menjelaskan, kedua kota pada dasarnya terkait satu sama lain.

"Rasanya seperti satu kota besar, kebetulan ada perbatasan internasional di antaranya," katanya,

Keterkaitan itu menjelaskan mengapa begitu banyak orang yang telah dipisahkan oleh situasi saat ini, pergi menuju ke perbatasan itu.

Pada awalnya, pagar setinggi pinggang dipasang di perbatasan itu. Para pasangan bisa memeluk dan mencium pasangan mereka dari balik pagar. Unik, namun so sweet ya!

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini