Waspada, Kulit Gatal dan Memerah Bisa Jadi Gejala COVID-19 yang Tak Terdeteksi

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 15 April 2020 09:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 15 481 2199377 waspada-kulit-gatal-dan-memerah-bisa-jadi-gejala-covid-19-yang-tak-terdeteksi-MBddjM5COZ.jpg Ilustrasi (Foto : Medicalnewstoday)

Gejala COVID-19 selalu dikaitkan dengan demam tinggi, letih, batuk, dan sesak napas. Namun, semakin masif-nya virus ini menyebar, semakin beragam gejala yang dialami pasien sehingga muncul gejala lain.

Menurut laporan New York Post, mikroorganisme jahat ini mampu menyebabkan masalah lain yang mungkin memperingatkan dokter bahwa ada sesuatu yang salah. Ahli saraf telah menemukan bahwa beberapa pasien COVID-19 mengalami situasi kebingungan.

Lebih lanjut, ahli jantung yang membawa orang yang dicurigai COVID-19 mengalami serangan jantung ke lab kateterisasi dan tidak menemukan penyumbatan. Dan banyak dokter memperhatikan bahwa pasien COVID-19 mengalami kehilangan kemampuan mencium bau dan mengecap rasa secara spontan.

Nah, selain itu semua ternyata ada gejala COVID-19 lain yang tak banyak diketahui masyarakat, pun tenaga medis. Hal ini disampaikan dermatologis dari organisasi French National Union of Dermatologists-Venereologist (SNDV).

Kulit Gatal

Dalam laporan Le Figaro dikatakan, manifestasi kulit termasuk pseudo-frostbite, gatal-gatal dan kulit kemerahan yang persisten dikaitkan dengan COVID-19. Kemunculan kemerahan yang tiba-tiba itu bisa terasa menyakitkan dan dokter kulit melihat munculnya lesi akibat urtikaria sementara.

Penelitian ini dilakukan secara virtual. Jadi, SNDV mengorganisir kelompok diskusi WhatsApp yang terdiri lebih dari 400 profesional yang bekerja di sektor swasta atau untuk sistem perawatan kesehatan publik di Prancis. Mereka menyoroti lesi kulit yang mungkin tidak terkait dengan tanda-tanda COVID-19 khas lainnya, seperti masalah pernapasan.

Didapati fakta, tidak semua pasien COVID-19 mengalami komplikasi dan banyak yang bahkan mungkin tidak mengalami masalah pernapasan sama sekali sementara sistem kekebalan tubuh mereka melawan virus. Penelitian telah menunjukkan bahwa pasien COVID-19 yang tidak mengalami gejala apa pun masih dapat menginfeksi orang lain dan harus mengisolasi diri untuk mengurangi penyebaran virus corona baru.

"Analisis dari banyak kasus yang dilaporkan ke SNDV menunjukkan bahwa manifestasi ini dapat dikaitkan dengan COVID-19," kata SNDV. "Kami memperingatkan masyarakat dan profesi medis untuk mendeteksi pasien yang berpotensi menular ini secepat mungkin," lanjutnya.

Para dokter menyarankan pasien untuk mencari konsultasi jika mereka mengalami gejala seperti itu.

Sementara itu, Direktur Jenderal Kesehatan Perancis Jérôme Salomon mengatakan, dia tidak mengetahui adanya laporan ilmiah mengenai gejala dermatologis pada kasus COVID-19. Tetapi dia menambahkan, ini adalah informasi baru yang harus terus diteliti.

Jika Anda mengalami masalah kulit apa pun, jangan ragu untuk menghubungi dokter. Bukan hanya karena kemungkinan itu adalah COVID-19, tetapi karena semua masalah dermatologis perlu diobati terlepas dari kondisi medis lainnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini