Cara Membuat Masker Kain Anti Virus Corona

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 15 April 2020 13:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 15 481 2199465 cara-membuat-masker-kain-anti-virus-corona-zl4BAHmBx6.jpg Prof drh Wiku Adisasmito (Foto : BNPB/Youtube)

Masker kain jadi alternatif alat pelindung diri yang disarankan pemerintah dalam upaya mencegah paparan virus corona COVID-19. Itu kenapa juga sekarang kita bisa temukan masker kain dijual di mana-mana.

Jika Anda memang tertarik untuk menggunakan masker kain, ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelumnya. Satu satunya adalah durasi penggunaan masker kain. Juru Bicara Pemerintah dalam Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto menjelaskan, masker kain hanya bisa maksimal dipakai 4 jam.

"Masker kain penggunaannya tidak lebih dari 4 jam. Kalau mau dicuci harus direndam di dalam air sabun supaya virus atau bakteri yang menempel di permukaan masker kain mati," katanya beberapa waktu lalu.

Hal ini ternyata berkaitan dengan efektivitas masker kain dan juga kebersihan alat tersebut. Dikatakan Dokter Spesialis Paru Primaya Hospital Bekasi Timur dr Annisa Sutera Insani, SpP, masker kain kalau memang sudah basah, lembap, dan kotor, wajib dicuci.

"Jadi, selama masker kain tidak basah dan masih layak digunakan, ya, gunakan dan 4 jam waktu yang cukup untuk kondisi nyaman tersebut," terang dr Annisa.

Apakah Anda tertarik untuk membuat masker kain sendiri? Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Prof. drh. Wiku Adisasmito coba membagikan tips membuat masker kain anti virus corona.

Wiku

"Masker kain yang dianjurkan itu berbahan katun dan berlapis 3," ungkapnya di Graha BNPB, Jakarta, Rabu (15/4/2020).

Prof Wiku melanjutkan, syarat masker kain yang efektif menghalau virus itu harus menutup hidung, dagu, dan pipi tanpa longgar. Ini dimaksudkan agar tidak ada ruang bagi virus tersebut menembus ke area hidung atau mulut Anda.

"Masker adalah salah satu cara yang bisa dilakukan untuk memutus rantai penularan. Selain pakai masker, kita juga tetap harus cuci tangan, menerapkan physical distancing di lingkungan sosial, dan yang tak kalah penting di rumah saja," tambah Prof Wiku.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini