Curhat Dokter Petugas Corona COVID-19: Senam di Atap Pakai APD

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Kamis 16 April 2020 21:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 16 612 2200408 curhat-dokter-petugas-corona-covid-19-senam-di-atap-pakai-apd-xtmL1SuAIi.jpg Dokter Dewi Debryna. (Foto: Instagram/@debrynadewi)

PREDIKAT pejuang kemanusiaan sangat pantas disematkan kepada para petugas kesehatan. Bukan tanpa alasan, mereka tetap memberikan pelayanan terbaik meski harus mempertaruhkan nyawa demi mengobati ribuan masyarakat Indonesia dari infeksi virus corona COVID-19.

Seperti kisah mengharukan yang baru saja diceritakan secara gamblang oleh dr Debryna Dewi Lumanauw. Salah satu dokter yang bertugas di RS Darurat Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat, sejak beroperasi 23 Maret 2020 lalu.

Sebagai upaya penanganan virus corona atau COVID-19, pemerintah Indonesia memang telah menyediakan fasilitas tambahan dengan mengalihfungsikan Wisma Atlet Kemayoran menjadi Rumah Sakit Darurat COVID-19.

apd

Rumah sakit ini didirikan karena penyebaran virus corona di Jakarta, diprediksi bisa mencapai 6.000 sampai 8.000 kasus. Kapasitasnya pun terbilang cukup besar dan dilaporkan dapat menampung sekira 3.000 pasien.

"Ada dua tower yang sudah disiapkan. Tower 7 sudah beroperasi dengan kapasitas 1.700 orang, lalu ada tower 6 dengan kapasitas 1.300 orang. Bila ditotalkan bisa menampung 3.000 ditampung. Tapi kalau kondisi bertambah buruk, kami akan gunakan Tower 4 dan 5," ujar Pangdam Jaya, Mayjen TNI Eko Margiyono, beberapa waktu lalu.

Sudah hampir satu bulan lamanya, Debryna berserta teman-teman dokter sejawat membantu perawatan pasien corona, yang terus bertambah setiap harinya.

Data terakhir yang dikeluarkan BNPB per Kamis (16/4/2020), tercatat bahwa kasus positif corona di Tanah Air telah mencapai angka 5.516. Dengan 496 pasien di antaranya dinyatakan meninggal dunia dan 548 pasien corona dilaporkan sembuh.

"Semakin hari memang semakin banyak pasien yang masuk tapi banyak juga yang sembuh," tutur Debryna saat melakukan sesi Instagram Live bersama Okezone, Kamis (16/4/2020).

Selama menjalankan tugas, Dokter Debryna mengatakan bahwa setiap dokter dan perawat harus mengenakan Alat Pelindung Diri (APD), demi mencegah penularan virus. Hal ini menjadi tantangan tersendiri, mengingat APD membuat ruang gerak menjadi terbatas. Tentunya juga mengurangi kenyamanan para tenaga medis dalam menjalankan tugasnya.

Apalagi alat tersebut harus mereka kenakan selama kurang lebih 8 jam, sesuai dengan jadwal shift per hari. Untuk mengakalinya, Dokter Debryna punya cara yang terbilang unik.

"Saat istirahat, aku tuh sering berdiri di depan AC pas lagi pakai APD. Jadi kalau aku tiba-tiba hilang, orang-orang udah tau aku lagi ngadem di depan AC," ujarnya seraya tertawa lepas.

Lebih lanjut, Dokter Debryna menjelaskan, satu-satunya hiburan yang membuatnya mampu bertahan dari keadaan ini adalah, ketika melihat para pasien corona sedang asyik beraktivitas di rooftop rumah sakit.

Setiap sore, para dokter dan perawat memang mengajak pasien untuk senam bersama. Mereka dipandu langsung oleh seorang instruktur.

dewi

"Tiap sore nongkrong di rooftop, mereka biasanya senam dan nyanyi-nyanyi bareng gitu. Kita yang melihat jadi ikut semangat dan senang," ungkap Dokter Debryna.

"Nah instrukturnya itu dari perawat. Mereka pake APD lengkap totalitas banget meski di atas rooftop itu kan panas dan tidak ada AC," tambahnya. (dwk)

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini