Perusahaan Jepang Tawarkan Apartemen Khusus Cegah Perceraian saat Pandemi COVID-19

Pradita Ananda, Jurnalis · Jum'at 17 April 2020 08:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 17 196 2200513 perusahaan-jepang-tawarkan-apartemen-khusus-cegah-perceraian-saat-pandemi-covid-19-SnEULLn8ND.jpg Apartemen khusus untuk cegah perceraian saat Pandemi COVID-19 (Foto : NewsHD24)

Khawatir dengan perceraian corona atau yang beken disebut “coronavirus divorce”? Mungkin tawaran dari salah satu perusahaan di Jepang satu ini bisa jadi alternatif solusi.

Sebuah perusahaan sewa jangka pendek di Jepang, Kasoku sekarang tengah gencar memasarkan apartemen kosong sebagai cara bagi pasangan suami-istri yang stres dengan mengusung topik “corona-divorce” yang sedang trending di Jepang.

Perusahaan ini menawarkan sejumlah 500 unit apartemen yang tersebar di penjuru negeri. Apartemen tersebut disewakan kepada para pasangan suami-istri yang sama-sama stres karena menghadapi situasi pandemi COVID-19. Tujuannya agar pasutri mempunyai tempat dan waktu sejenak untuk rehat dari keluarga, pekerjaan, rumah tangga, atau mungkin hanya sekedar ingin menyendiri.

“Silahkan berkonsultasi kepada kami, sebelum berpikir perceraian karena corona,” begitu iklan yang ditawarkan Kasoku.

Masalah Rumah Tangga

Perusahaan Kasoku mengungkapkan, ide awalnya penyewaan apartemen sementara ini adalah karena melihat kelonjakan angka kasus perceraian di China dan Rusia setelah pemberlakukan aturan lockdown.

“Kami memang tidak punya data solid yang menunjukkan sedang banyak terjadi perceraian. Tapi laporan banyak media memperlihatkan, bahwa setelah lockdown angka kasus perceraian sedang melonjak di China dan Rusia. Inilah yang membawa kami pada ide jasa layanan sewa apartemen ini,” ungkap juru bicara Kosuke Amano yang dikutip Alarabiya, Jumat (17/4/2020),

Apartemen

Bagi yang berminat, biaya sewa apartemen tersebut sekira 4400 Yen atau kurang lebih Rp641.095 per hari. Jasa layanan ini juga dilengkapi oleh sesi konsultasi gratis tentang perceraian selama 30 menit dengan pihak resmi bagian hukum.

Sejauh ini sudah ada 20 customer yang tertarik sejak ditawarkan pada 3 April 2020 lalu. Amano mengatakan, dari data konsumen yang masuk, mereka ingin menyewa apartemen tersebut dengan alasan beraneka ragam.

“Di antara pengguna jasa layanan service, ada seorang istri yang mengatakan ia memutuskan untuk menyewa apartemen tersebut setelah bertengkar hebat dengan sang suami. Ada pula seorang wanita yang mengatakan ia hanya ingin waktu sendiri untuk menyendiri, karena ia lelah mengurus anak-anak di rumah karena sekolah ditutup sementara sang suami bekerja dari rumah,” papar Kosuke.

Meski cukup diminati, di sisi lain jasa layanan sewa apartemen seperti ini terkait juga dengan masalah serius lain. Contohnya masalah tentang seorang wanita yang melarikan diri dari kekerasan dalam rumah tangga.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini