Cara Ajarkan Anak Tanggung Jawab Selama Karantina di Rumah

Pradita Ananda, Jurnalis · Minggu 19 April 2020 08:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 17 196 2200912 cara-ajarkan-anak-tanggung-jawab-selama-karantina-di-rumah-V7TTlVjwY0.jpg Ilustrasi (Foto : Abcnews)

Masa karantina mandiri di rumah jadi tantangan ekstra bagi orangtua. Di satu sisi, orangtua jadi mempunyai lebih banyak waktu di rumah bersama anak.

Gunakan momen ini sebagai waktu untuk mengajarkan tanggung jawab kepada anak, dengan cara melakukan kegiatan seru yang bisa dilakukan bersama. Bagaimana jika anak dirasa masih terlalu kecil?

Menurut psikolog Jane Cindy Linardi, M. Psi, Psi, CGA, mengajarkan tanggung jawab kepada anak bisa dimulai dari usia dua atau tiga tahun. Dimulai dari hal-hal kecil, seperti memilih mainan, pakaian atau sepatu yang mau dipakai, dan merapikan mainan setelah dipakai. Namun dengan catatan, tetap harus didampingi oleh orangtua.

“Sejak umur 2 atau 3 tahun, si kecil juga sudah dapat mulai dilatih untuk bertanggung jawab. Latihan dimulai dari memberi tanggung jawab yang kecil terlebih dahulu, contoh merapikan mainan bersama setelah usai dipakai main, menentukan jenis mainan yang ingin dimainkan, pakaian atau sepatu yang mau dipakai, makanan yang ingin dikonsumsi, dan sebagainya. Namun, pendampingan orangtua masih diperlukan,” terang Jane.

Anak Bermain

Mendampingi anak dalam melaksanakan tanggung jawabnya, kita sebagai orangtua juga harus tetap hati-hati. Pastikan meski kita bantu, anak tetap melakukan perannya. Setelah itu, secara perlahan bantuan dari kita sebagai orang tua bisa dikurangi.

“Anda tetap bisa ikut membantu, namun pastikan anak juga turut melakukan peranannya. Setelah anak sudah terbiasa, maka kurangi peran Anda dalam membantu, dan latih anak untuk melakukannya sendiri,” tambahnya.

Setelah terbiasa, level tanggung jawab pada anak bisa mulai ditingkatkan. Sederhana saja,  peningkatan level dimulai dari tanggung jawab kepada dirinya sendiri. Patut diingat, setelah anak melakukan tanggung jawabnya, kita sebagai orangtua jangan sampai absen memberikan pujian dan pengakuan pada anak.

“Contohnya, beri tahu anak untuk mengurus dan merapikan barang-barang pribadi yang dimiliki, misalnya meletakkan pakaian kotor di keranjang setelah dipakai, meletakkan kembali sepatu di rak setelah dipakai, membuang bungkus makanan atau minuman di tempat sampah, merapikan tas sekolah. Setelah anak berhasil menuntaskan tanggung jawabnya, beri pujian atau afirmasi,” imbuh Jane.

Lanjut dijelaskan, faktor penting dalam mengajarkan anak untuk bisa tanggung jawab adalah orangtua harus memberikan contoh langsung yang nyata. Sebab, si kecil jadi lebih mudah untuk menerapkan apa yang dicontohkan dari orangtua.

“Kasih contoh yang nyata, misalnya menyelesaikan tugas bersama di waktu bekerja bersama-sama antara anak dan orangtua. Anak menyelesaikan PR, orang tua mengerjakan pekerjaannya di satu meja yang sama. Anak bisa belajar langsung dari contoh konkrit yang dilakukan oleh orang tuanya sendiri,” tutup Jane.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini