Tata Cara Rapid Test COVID-19 yang Harus Anda Ketahui

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 17 April 2020 09:28 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 17 481 2200542 tata-cara-rapid-test-covid-19-yang-harus-anda-ketahui-kpmepY6G0V.jpg Rapid Test (Foto : Heru Haryono/Okezone)

Pengujian cepat atau Rapid Test menjadi solusi yang dilakukan beberapa wilayah di Indonesia dalam mengendalikan penyebaran virus corona COVID-19. Hasil dari pengujian ini bisa diketahui 1x24 jam.

Namun, menjadi catatan penting, Rapid Test bukan menguji keberadaan virus corona COVID-19, melainkan mengetahui ada tidaknya antibodi dalam tubuh yang bertugas melawan virus mematikan tersebut. Sehingga, akurasi tesnya pun kurang baik.

Dijelaskan CEO Primaya Hospital dr Ferdy D. Tiwow, Rapid Test itu uji antibodi virus SARS-CoV2, sehingga jangan menganggap uji ini untuk mengetahui ada tidaknya virus.

"Rapid Test dilakukan untuk pemeriksaan antibodi Ig M dan Ig G virus SARS-CoV2. Ig M akan terdeteksi 3-7 hari setelah infeksi terjadi dan Ig G terdeteksi setelah 8-10 hari setelah infeksi terjadi," paparnya dalam pernyataan tertulis yang diterima Okezone, Kamis (16/4/2020).

Rapid Test

Dokter Ferdy melanjutkan, mereka yang disarankan melakukan Rapid Test adalah kategori Orang Tanpa Gejala (OTG) dan Orang Dalam Pengawasan (ODP). Namun jika Anda merasakan gejala COVID-19, tes ini bisa dilakukan.

"Anda dapat melaukan pemeriksaan Rapid Test jika merasa memiliki gejala demam, batuk, atau sesak napas meskipun tidak memiliki riwayat bepergian ke area terjangkit atau luar negeri, pun melakukan kontak dengan pasien COVID-19," tambahnya.

Dokter Ferdy menambahkan, pemeriksaan Rapid test akan sangat akurat hasilnya jika dilakukan 5 hari setelah gejala pertama dirasakan. Ini berkaitan dengan munculnya antibodi dalam tubuh yang menjadi sasaran uji.

Sementara itu, Okezone coba mewawancarai Anita (nama samaran), yang belum lama ini baru saja menjalani Rapid Test. Menurutnya, tes ini sangat mudah dijalani dan tak memakan waktu banyak.

Anita menjalani Rapid Test karena sebelumnya ada riwayat bertemu dengan pasien COVID-19. "Aku pernah ada acara kumpul-kumpul dengan teman yang positif," ungkapnya melalui pesan singkat, Jumat (17/4/2020).

Ia melanjutkan, selain karena alasan itu, suaminya pun mengalami gejala umum COVID-19, yaitu sesak napas selama seminggu. Dua alasan ini yang membuat dirinya menjalani Rapid Test di Primaya Hospital Tangerang.

Rapid Test

Lantas, apa yang dilakukan saat Rapid Test tersebut? Apakah ada tindakan khusus?

Menurut Anita, tes dilakukan sangat singkat, tidak kurang dari 10 menit. "Buktinya aku nggak bayar parkir rumah sakit," celetuk dia. Ya, Anita menjalani Rapid Test secara 'Drive Thru' yang disediakan rumah sakit tersebut.

Pengecekan dilakukan dengan mengambil serum darah di tangan (vena). Setelah itu, pasien bisa melanjutkan perjalanan atau langsung pulang ke rumah. Hasilnya, sambung Anita, diberitahu lewat pesan WhatsApp. "Hasilnya negatif, puji Tuhan," ungkapnya.

Setelah Rapid Test, pasien biasanya diberikan semacam wejangan atau nasihat untuk terus menjalani hidup sehat, makan makanan yang sehat, minum air putih diperbanyak, dan tidak keluar rumah jika tidak darurat. Selain itu, petugas kesehatan pun meminta Anita untuk tes kembali 7-10 hari setelah pengambilan darah dilakukan.

"Kalau Anda punya gejala atau ada riwayat bertemu dengan pasien positif, jangan takut untuk cek. Inget, mending kita ngecek supaya tenang. Apapun hasilnya, percayalah Tuhan akan selalu menjaga umat-Nya. Kita lakukan bagian kita, biarlah Tuhan yang menyempurnakan," saran Anita.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini