7 Tips Mengurus Anak Sambil WFH bagi Pegawai Kantoran

Pradita Ananda, Jurnalis · Senin 20 April 2020 06:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 19 196 2201618 7-tips-mengurus-anak-sambil-wfh-bagi-pegawai-kantoran-PsHMCFOW4d.jpg WFH sambil urus anak (Foto : Cnbc)

Work from home (WFH) tidak dipungkiri menjadi tantangan ekstra yang harus dihadapi oleh pegawai yang sudah memiliki anak di situasi pandemi virus corona COVID-19 seperti sekarang.

Sebab dengan bekerja di rumah, artinya tugas menjadi dobel. Harus pintar mengatur waktu dan jadwal, tetap bekerja secara profesional namun juga tetap harus mengurus anak yang apalagi jika sudah sekolah artinya harus diawasi pula kegiatan belajar online nya.

Jika masih bingung seperti apa trik agar bisa mengurus anak sambil tetap bekerja secara profesional. Yuk baca dulu sederet ulasan triknya di bawah ini, seperti disitat Parents dan Cnbs, Senin (20/4/2020).

1. Buat jadwal teratur

Bekerja di rumah juga perlu jadwal yang teratur. Buat jam kerja atau office hours setiap harinya, susun jadwal tentang durasi waktu bekerja, atur waktu kapan harus melakukan video atau teleconference, apa tugas yang bisa diselesaikan saat anak sedang asyik bermain.

Pekerjaan akan lebih mudah diselesaikan jika kita bekerja secara cerdas. Jika anak rewel saat Anda sedang bekerja, sisihkan waktu sebentar, tinggalkan pekerjaan sejenak, temani dan bermainlah dengan anak. Saat anak sudah tenang dan bisa ditinggal, segera kejar dan selesaikan pekerjaan yang tertunda tadi.

2. Pisahkan peran sebagai orangtua dan pekerja

WFH

Trik untuk memisahkan mental, menyetel diri sendiri kapan waktu menjadi orang tua dan kapan waktu menjadi pekerja adalah dengan membuat space atau lahan ruang bekerja. Bekerjalah di “office area” di area yang bebas dari jangkauan anak-anak.

3. Buat anak tetap terhibur

Atur waktu bermain atau playdate di jam khusus, atau bisa juga menawarkan ke anak waktu menonton film spesial hanya di waktu ‘office hours’. Jika anak punya sesuatu hal yang dinantikan, biasanya anak-anak akan tidak terlalu menganggu orang tuanya.

4. Berkomunikasi

Komunikasikan dengan jelas tentang kondisi Anda yang memegang dua peran sekaligus di rumah, sebagai orang tua dan sebagai pegawai. Transparan dan terbukalah dengan rekan kerja, soal fakta kalau Anda juga berjuang keras bekerja sambil mengurus anak. Dengan ini, rekan kerja Anda jadi tidak kaget.

Dalam situasi normal, biasanya kita tidak mau mengungkapkan tentang hal ini. Tapi di situasi darurat, ritme hidup yang berbeda seperti sekarang, mengkomunikasikan segala sesuatu menjadi hal yang sangat penting.

5. Buat batasan dengan anak

Batasan dengan anak di sini jadi penting, apalagi ketika anak sudah di usia sekolah. Di saat seperti sekarang, bisa jadi cukup membantu jika Anda mengizikan anak untuk sedikit lebih lama menonton televisi atau bermain daripada aturan normal sebelumnya.

Hal ini tujuannya agar anak tetap sibuk beraktivitas. Tapi perlu ditekankan pada anak bahwa kebebasan ini tidak berlaku untuk selamanya.

WFH

6. Jangan lupa istirahat

Meskipun kita mungkin merasa terdesak untuk bekerja terlalu keras saat bekerja dari jarak jauh dari rumah seperti sekarang, demi bisa membuktikan kepada tim dan atasan bahwa Anda benar-benar bekerja.

Tapi ingat, yang namanya waktu istirahat itu sangat penting. Sekedar istirahat makan siang dikatakan bisa membantu diri merasa segar dan siap untuk kembali bekerja. Disarankan, dalam setiap jam pekerjaan diselesaikan, kita perlu istirahat setidaknya 10 menit. Bisa dipakai untuk mengambil makanan ringan, berjalan-jalan di rumah atau sekedar menyapa dan mengobrol dengan anak.

7. Cari bantuan ekstra

Jika diperlukan, jangan ragu untuk meminta bantuan dari orang lain. Minta bantuan atau kerjasama dengan pasangan. Misalnya ketika suami atau istri sudah selesai bekerja, maka biarkan pasangan yang mengambil alih urusan mengurus anak.

Jika pasangan selesai bekerja cukup malam, minta pasangan untuk gantian mengurus anak saat menjelang waktu tidur anak. Sehingga Anda punya cukup waktu untuk menyelesaikan pekerjaan yang sempat tertunda.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini