Kisah Haru Perawat RSPI Sulianti Saroso Merawat Pasien COVID-19

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Minggu 19 April 2020 18:34 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 19 612 2201623 kisah-haru-perawat-rspi-sulianti-saroso-merawat-pasien-covid-19-MSV5tASBme.jpg Kisah perawat RSPI Sulianti Saroso merawat pasien COVID-19 (Foto : BNPB Indonesia/Youtube)

Tak sedikit masyarakat yang penasaran dengan aktivitas para petugas kesehatan saat merawat pasien positif virus corona atau COVID-19. Apalagi bila melihat fakta bahwa mereka sangat rentan terinfeksi virus tersebut karena menjadi ujung tombak atau garda terdepan dalam penanganannya.

Untuk menjawab rasa penasaran tersebut, hari ini, salah seorang perawat dari RSPI Sulianti Saroso bernama Nurdiansyah, membagikan beberapa pengalamannya selama memberikan perawatan kepada para pasien positif COVID-19.

Membuka cerita, Nurdiansyah mengungkapkan pandemi virus corona tidak dipungkiri telah memberikan tekanan kepada semua lapisan masyarakat. Baik dari kalangan atas, menengah, hingga kalangan bawah.

Maka dari itu, dia tidak pernah lelah mengimbau dan mengedukasi masyarakat untuk selalu mengikuti anjuran-anjuran pemerintah.

Kisah Perawat

"Kita perawat-perawat saat ini, kita sangat berharap kepada masyarakatmelakukan PSBB dan melakukan anjuran-anjuran pemerintah lainnya. Karena angka-angka positif dan kematian akibat COVID-19 sudah meningkat sekali," ujarnya dalam konferensi pers di Gedung BNPB, Minggu (19/4/2020).

Lebih lanjut Nurdiansyah menjelaskan, sebelum pandemi COVID-19 menghantam dunia, selama ini dia bertugas untuk melayani para pasien positif HIV-AIDS di RSPI Sulianti Saroso. Rumah sakit tersebut memang didirikan khusus untuk melayani pasien yang terinfeksi beragam virus penyakit.

Sampai pada akhirnya, Presiden Joko Widodo mengumumkan kasus pertama COVID-19 di Indonesia, 2 Maret lalu. Seluruh petugas kesehatan di RSPI Sulianti Saroso diminta untuk siaga demi membantu kesembuhan para pasien positif corona.

"Awal Maret, kami langsung dibagi ke beberapa ruangan isolasi. Di ruangan inilah kami merawat pasien dengan 3 jadwal jaga, pagi, siang, dan sore," kata Nurdiansyah.

Sesuai dengan standar operasional yang dikeluarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), seluruh dokter dan perawat yang bertugas melayani pasien positif corona diharuskan mengenakan Alat Pelindung Diri (APD). Begitupun dengan Nurdiansyah.

"Saat melakukan perawatan ke pasien, kami menggunakan APD yang lengkap. Dari atas sampai bawah. Betul-betul harus tertutup. Kami memakai sepatu boot, baju cover all, google, masker N95, dan visor. Untuk dalemannya kami memakai baju perawat yang memang khusus diproduksi," ungkapnya.

Proses perawatan, kata Nurdiansyah, dimulai dari tahap monitoring. Dia dan rekan sejawatnya memonitor seluruh aktivitas dan kebutuhan pasien melalui sebuah kamera yang tersinkronasi dengan komputer.

Proses monitoring ini dilakukan untuk melihat perkembangan kesehatan pasien sebelum memberikan tindakan medis, seperti pemberian obat, suplai makanan, hingga membantu mengatur ritme pernapasan bagi pasien yang mengalami gangguan pernapasan.

"Jadi di setiap kamar ada cctv. Dan kamar itu hanya diisi oleh satu pasien. Dari proses monitoring ini kami bisa melihat kondisi pasien dan berinteraksi atau berbicara dengan mereka. Kalau pasien butuh sesuatu, kami baru masuk dan dilakukan perawatan," ujar Nurdiansyah.

Selain melakukan monitoring, setiap perawat juga ditugaskan untuk menyiapkan semua kebutuhan pasien. Termasuk bila pasien hendak mengganti baju, mengganti infus, dan memberikan suplai obat-obatan serta makanan.

Kebetulan, Nurdiansyah ditugaskan di ruangan rawat inap. Dalam arti lain, dia harus siap berjaga di salah satu dari 3 jadwal shift yang telah ditetapkan pihak rumah sakit, yakni pagi, siang, dan malam.

"Sekarang, satu perawat itu mengurus 2-3 pasien karena jumlah pasien terus bertambah, full banget. Untuk mengurus satu pasien biasanya memakan waktu selama kurang lebih 1 jam. Paling cepat 30 menit," papar Nurdiansyah.

Kisah Perawat

"Teman saya ada yang sampai 4 jam, karena memang ada pasien yang tidak berani ketika perawat hendak keluar dari ruangan. Satu-satunya cara yang bisa kita lakukan adalah terus memberikan motivasi kepada mereka," imbuhnya.

Bila ada pasien yang mengeluh kesulitan bernapas, para perawat kata Nurdiansyah, selalu sigap untuk mengajarkan teknik napas dalam agar mereka menjadi lebih rileks.

Pasien juga akan diarahkan untuk melihat hal-hal positif, karena salah satu kunci meningkatkan imunitas tubuh dalam melawan COVID-19 adalah hati yang gembira dan pikiran positif.

Selama bertugas merawat pasien corona, Nurdiansyah mengaku telah melalui berbagai momen suka dan duka. Terlebih seiring berjalannya waktu, jumlah pasien positif semakin bertambah banyak.

"Dukanya, teman-teman sejawat kami banyak sekali yang mengalami stigma negatif. Ada teman saya yang diusir dar kontrakan karena pemiliknya tahu teman saya membantu merawat pasien corona. Ada juga teman saya yang anaknya diasingkan oleh tetangga di sekitar rumahnya," ungkap Nurdiansyah.

Selain itu, jumlah perawat maupun tenaga kesehatan yang turut terinfeksi virus corona juga bertambah. Nurdiansyah mengatakan beberapa temannya terbukti positif corona akibat tertular dari pasien yang mereka rawat.

"Ironisnya, ada yang tertular karena ketidakjujuran pasien. Di bulan-bulan ini kita memang penuh dengan duka. Teman-teman perawat yang semakin positif semakin banyak, yang meninggal juga banyak," beber Nurdiansyah.

"Kita sempat memberikan pita hitam sebagai bentuk duka kita kepada teman-teman sejawat," lanjut dia.

Nurdiansyah pun berharap kepada masyarakat, agar bersama-sama melakukan upaya pencegahan. Karena satu-satunya cara untuk melawan COVID-19 ini adalah pencegahan.

"Kalian berada di garda terdepan sebelum infeksi terjadi. Jadi lakukanlah upaya pencegahan sebaik mungkin. Harapan kedua, saya meminta pemerintah untuk melindungi teman-teman kami dengan APD yang seharusnya. Jangan sampai teman-teman mencari sendiri, pemerintah lebih tau APD yang betul. Lindungi kami dari jam kerja maupun rotasi," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini