Jepang Kekurangan RS Corona, 400 Ribu Orang Diperkirakan Bisa Meninggal

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Senin 20 April 2020 10:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 20 481 2201799 jepang-kekurangan-rs-corona-400-ribu-orang-diperkirakan-bisa-meninggal-VX4m09EguO.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

Dalam menangani virus corona, Jepang dilaporkan kekurangan fasilitas medis serta tenaga kesehatan. Padahal, setiap harinya jumlah pasien positif COVID-19 terus bertambah secara signifikan.

Ditandai dengan sedikit contoh kasus pasien ditolak saat mengalami gejala virus corona COVID-19. Ada pria yang ditolak di 80 rumah sakit, lalu juga ada pria lainnya yang mengaku pernah ditolak 40 klinik saat dirinya mengidap gejala virus corona.

rs

Sementara itu, data terakhir yang dikeluarkan oleh Badan Kesehatan Jepang, sejak awal hingga 11 April 2020, jumlah kasus positif di negara tersebut bertambah hingga 830 kasus. Karena penularan virus corona yang kian masif, sehingga memaksa para tenaga kesehatan untuk mengisolasi diri di rumah, karena turut terinfeksi virus corona COVID-19.

Secara keseluruhan, total kasus positif corona di Jepang saat ini telah menyentuh lebih dari 10.000 kasus, dan 170 di antaranya dinyatakan meninggal dunia.

Meski angka kematian di Jepang terbilang rendah bila dibandingkan dengan negara lain, pengamat mengkhawatirkan pandemi virus corona akan bertambah parah, bila pemerintah tidak melakukan tindakan tegas.

Satgas Penanganan COVID-19 Jepang sebetulnya telah memprediksi skenario terburuk. Sekira 400.000 orang diperkirakan bisa meninggal dunia, bila tidak mendapatkan ventilator dan peralatan perawatan insentif lainnya.

Perdana Menteri Shinzo Abe mengatakan, pihaknya telah mengamankan sekitar 15.000 ventilator untuk diberikan kepada para pasien positif corona. Dia juga mendapat bantuan dari sejumlah perusahaan swasta seperti Sony dan Toyota Motor Corp untuk memproduksi lebih banyak lagi peralatan kesehatan.

Head of the Japanese Society of Intensive Care Medicine Osamu Nishida juga menambahkan, rumah sakit Jepang juga kekurangan ICU, tepatnya cukup untuk menampung lima per 100.000 orang. Bila dibandingkan dengan sekira 30 ruangan di Jerman, 35 ruangan di Amerika Serikat dan 12 ruangan di Italia.

"Jepang, dengan ICU yang bahkan tidak sampai setengah dari Italia, diperkirakan akan menghadapi kematian yang terlalu cepat," katanya, dilansir Okezone dari Independent, Senin (20/4/2020).

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini