Awas! Nyeri pada Kaki Bisa Jadi Gejala COVID-19

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 20 April 2020 18:48 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 20 481 2202151 awas-nyeri-pada-kaki-bisa-jadi-terinfeksi-gejala-covid-19-QzhyaBd9s0.jpg ilustrasi everydayhealth

TENAGA medis yang merawat pasien virus corona (COVID-19) melaporkan kasus tak biasa, terjadinya masalah kulit yang menyerupai 'radang dingin'. Hal ini harus menjadi perhatian bersama.

Kasus ini pertama kali ditemukan di Los Angeles, Amerika Serikat. Pasien bernama Jessica pada awalnya mengalami batuk dan demam. Tetapi, setelah beberapa hari menjalani perawatan, muncul gejala baru dalam tubuhnya; kakinya iritasi dan nyeri.

"Aku melihat ke bawah, ke arah kakiku saat mandi, kakiku membiru. Terdapat luka seperti melepuh juga di sana," katanya dilansir Fox News, Senin (20/4/2020).

Di sisi lain, Dokter Spesialis Kulit Massachusetts General Hospital dr Esther Freeman menjelaskan, jari kaki pasien COVID-19 bisa menjadi tanda baru yang bisa dikenali sebagai gejala baru. "Lesi ungu yang muncul tiba-tiba di area kaki atau tangan bisa jadi gejala baru penyakit mematikan ini," terangnya.

virus corona

Namun, ia mengatakan bahwa teori ini masih perlu penelitian lebih lanjut, karena terjadinya masalah pada jari kaki bisa terjadi karena masalah kesehatan lainnya. Terlebih, munculnya tanda itu bisa tanpa gejala penyerta.

Hal penting yang harus dicatat ialah peradangan di tulang sebagian besar disebabkan oleh virus. Fakta lain menjelaskan, peradangan yang terjadi bisa akibat dari pembekuan pembuluh darah.

COVID-19 sampai sekarang masih belum ada obat atau vaksinnya, sehingga dokter hanya bisa berupaya mengatasi gejala yang muncul dalam tubuh pasien. Ini juga bertujuan agar virus tidak semakin mengganas.

Masalah lain yang dihadapi adalah semakin banyak pasien COVID-19 tanpa gejala atau dalam istilah kita disebut orang tanpa gejala (OTG). Karena itu, kelompok ini sangat mungkin sekali menyebarkan penyakit tanpa mereka sendiri ketahui.

Sementara itu, Pemerintah Amerika pun sampai sekarang belum mencantumkan masalah kulit sebagai gejala COVID-19 walau sebetulnya sudah semakin banyak fakta menjelaskan hal ini. Meski begitu, American Academy of Dermatology telah membuka registrasi nasional untuk melacak masalah kulit potensial yang dikaitkan sebagai bagian dari gejala COVID-19.

Berbeda dengan Amerika, Pemerintah Spanyol sudah menambahkan masalah lesi pada kaki sebagai gejala baru COVID-19. Keputusan ini diambil setelah Pemerintah Spanyol mendengarkan laporan ilmiah para ahli penyakit kaki.

Lebih lanjut, Dr. Marjon Vatanchi dari Brown University Dermatology mengatakan, pengujian COVID-19 kini telah diberlakukan pada OTG yang memiliki masalah kulit dan kaki. Hasilnya banyak yang positif COVID-19. Sekali lagi, perlu penelitian lebih lanjut terkait dengan gejala COVID-19 dilihat dari kaki dan kulit seseorang.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini