Share

Kejahatan Dunia Maya Melonjak Empat Kali Lipat di Tengah Pandemi COVID-19

Pradita Ananda, Jurnalis · Senin 20 April 2020 18:37 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 20 612 2202147 kejahatan-dunia-maya-melonjak-empat-kali-lipat-di-tengah-pandemi-covid-19-NJIL09S3SI.jpg ilustrasi: shutterstock

SITUASI pandemi virus corona (COVID-19) yang sedang terjadi di seluruh dunia saat ini, ternyata juga berimbas pada kejahatan di dunia maya atau biasa disebut cyber crime.

FBI melaporkan, contoh tindak kejahatan dunia maya telah melonjak bahkan sebanyak 300 persen sejak awal pandemi COVID-19 terjadi, seperti dikutip Engadget, Senin (20/4/2020).

Biro Pusat Pengaduan Kejahatan Internet (IC3), mengatakan pekan lalu mereka telah menerima antara 3.000 sampai 4.000 pengaduan menyangkut masalah keamanan dunia maya. Jumlah pengaduan ini, naik dari rata-rata 1.000 pengaduan per hari, sebelum terjadinya pandemi COVID-19.

Adanya peningkatan sangat drastis ini dikatakan terkait dengan aktivitas harian masyarakat Amerika yang semakin bergerak secara online di dunia maya. Banyaknya pekerja yang bekerja dari rumah, tidak tahu apalagi paham soal dasar langkah-langkah keamanan. Bisa juga ditambah dengan perusahaan yang berjuang keras untuk menjaga sistem yang diakses secara eksternal bisa tetap aman.

FBI menyebut, banyak kejahatan dunia maya yang berasal dari negara yang mencari penelitian terkait dengan seputar COVID-19. Seperti dilaporkan The Hill, wakil asisten direktur Divisi Cyber FBI, Tonya Ugoretz menyebutkan seiring dengan pandemi COVID-19, ada ketertarikan yang sangat tinggi dalam menggali informasi seputar virus corona dan COVID-19. Termasuk di dalamnya, FBI melihat ada aktivitas pengintaian.

โ€œNegara-negara di dunia memiliki minat yang sangat tinggi terhadap informasi tentang virus, contohnya informasi tentang vaksin. Kami tentu saja telah melihat kegiatan pengintaian dan beberapa intrusi (menerobos) ke dalam beberapa institusi tersebut, terutama mereka yang telah mengidentifikasi diri mereka bekerja di penelitian COVID-19,โ€ kata Tonya.

Tonya menjelaskan, contoh institusi yang ia maksud di atas adalah seperti yang terjadi pada WHO selaku Badan Kesehatan Dunia hingga Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan yang menjadi sasaran serangan peretasan.

Tak hanya itu, Biro Pusat Pengaduan Kejahatan Internet juga melihat adanya peningkatan jumlah surel (email) berbahaya yang meng-highlight COVID-19 untuk menjebak para pengguna internet untuk mengklik tautan berbahaya. Misalnya yang terjadi pada Pemerintah Jerman, yang kemungkinan telah menjadi korban dari penipuan online, sehingga berpotensi kehilangan jutaan Euro yang dialokasikan untuk bantuan keuangan penanganan COVID-19.

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini