Era Soekamto, Pelestari Batik dan Kebaya yang Mencintai Semangat Kartini

Jack Newa, Jurnalis · Selasa 21 April 2020 15:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 21 194 2202589 era-soekamto-pelestari-batik-dan-kebaya-yang-mencintai-semangat-kartini-mjwJgpheAO.jpg

NAMA desainer Era Soekamto sangat melekat dengan batik dan kebaya. Kedua karya warisan bangsa Indonesia ini berhasil ia naikkan pamornya ke panggung-panggung fesyen internasional melalui sentuhan khas Nusantara.

Perempuan kelahiran 3 Mei 1976 ini bukan semata perancang batik dan kebaya, tapi juga tokoh yang peduli, konsisten, dan melestarikan warisan budaya Indonesia, terutama budaya Jawa. Baginya, batik dan kebaya bukan hanya komoditas, tapi juga simbol perjuangan.

“Kebaya masih dicintai dan diminati perempuan Indonesia. Yang aku jagain banget itu kebaya kutu baru, kebaya Kartini, kebaya Jangan Menir, dan kebaya sulam tangan,” ungkapnya.

Direktur Kreatif rumah mode Iwan Tirta ini, menjaga kelestarian batik dan kebaya menjadi perjuangan hidupnya. Tantangan ini ia jawab dengan memadukan kekhasan corak batik serta model kebaya otentik.

Konsistensi karyanya yang memanfaatkan motif pakem dari beberapa daerah Indonesia patut diapresiasi. Tak ayal, beberapa penghargaan yang pernah diraihnya antara lain Runner Up Indonesia Young Designer Contest (Jakarta), Runner Up Asian Young Designer Contest (Singapore) dan Best Up-coming Designer by A+ Magazine.

Koleksi Era juga sering menghiasi catwalk Jakarta Fashion Week. Ia dikenal tidak hanya mencinta kain Indonesia sebagai bagian dari adibusana, namun ia juga peduli akan kebudayaan Jawa lainnya. Sesuai visi almarhum bosnya, Era ikut bertanggung jawab melestarikan lebih dari 10.000 motif, pakem dan filosofi batik Iwan Tirta ke dalam koleksi terbarunya.

Kini Era mulai mengajak perempuan Indonesia untuk menggemari kebaya dan memposting dalam Instagram masing-masing. Ia berharap para perempuan punya penampilan sesuai kepribadian Nusantara yang kuat

"Perempuan menjadi kuat setelah melalui proses rintangan tersebut, seperti sebutir mutiara yang memerlukan proses alami yang panjang dan tanpa buatan tangan manusia dengan waktu bertahun tahun dalam sebuah kerang untuk menjadi secantik itu,” ucap Era.

Prinsip ini menjadi pondasi penting dalam memaksimalkan potensi diri sehingga dapat bermanfaat positif bagi orang banyak. Tak lupa, kepada seluruh perempuan Indonesia, Era mengucapkan Selamat Hari Kartini melalui sebuah video di media sosial.

Melalui semangat perjuangan R.A Kartini, Era mengajak seluruh perempuan Indonesia untuk bisa bangkit secara pribadi dan kolektif.

“Sebagai perempuan Indonesia kita harus paham legacy yang diturunkan kepada kita, yakni Habis Gelap, Terbitlah Terang. Kita harus mengalami pencerahan diri dan terang itu ada dalam diri kita masing-masing. Semoga apapun yang kita alami sekarang akan kita lalui bersama dengan baik,” jelasnya.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini