Selamat Hari Kartini! Intip Cara Sri Mulyani hingga Susi Pudjiastuti Mengenang Pahlawan Emansipasi

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Selasa 21 April 2020 12:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 21 612 2202446 selamat-hari-kartini-intip-cara-sri-mulyani-hingga-susi-pudjiastuti-mengenang-pahlawan-emansipasi-qimc42Szxw.jpg Sri Mulyani. (Foto: Instagram/@smindrawati)

HARI Kartini diperingati setiap tanggal 21 April. Sederet tokoh serta pejabat Tanah Air pun turut mengenang jasa-jasa pahlawan emansipasi Indonesia itu. Bahkan, sejak pagi tadi tagar Selamat Hari Kartini menjadi trending topic di media sosial.

Semasa hidupnya, RA Kartini memang dikenal sebagai sosok yang sangat gigih. Khususnya dalam memperjuangkan hak-hak perempuan Indonesia hingga setara dengan kaum laki-laki.

Tindakannya tersebut telah menginspirasi para Kartini modern dari berbagai kalangan. Berikut Okezone rangkumkan ucapan Selamat Hari Kartini dari 3 sosok perempuan hebat Indonesia.

Susi Pudjiastuti

Melalui unggahan di akun Twitter pribadinya, Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengingatkan para followers-nya tentang semangat Kartini yang dinilainya masih sangat relevan di tengah pandemi virus corona atau COVID-19.

"Mari kita gerakkan semangat Kartini, untuk MANDIRI dalam menjaga keluarga, anak, cucu, masyarakat di tmpt kita berada agar bisa tetap disiplin menahan diri dalam rangka mengurangi penularan covid19 dimana kita berada, berpikir positif membantu siapapun disekitar kita yang membutuhkan," tulis Susi.

Atalia Praratya

View this post on Instagram

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh Hari Kartini tidak hanya terkait dengan emansipasi perempuan. Tapi Hari Kartini menyiratkan simbol bahwa perempuan harus menjadi lilin-lilin di dalam kegelapan yang mampu memberi solusi dengan tidak berhenti belajar, berkarya, dan menjadi teladan. Momen di masa pandemi Covid 19 ini, membuat perempuan pun harus mampu menjadi penenang, penghangat, dan penerang layaknya lilin-lilin tadi, minimal bagi keluarga kita sendiri. Untuk itu Saya, Atalia Praratya ketua TP PKK Provinsi Jawa Barat, ingin mengajak seluruh Kartini Indonesia untuk selalu menjaga daya tahan tubuh, jaga jarak, memakai masker, cuci tangan pakai sabun, dan dirumah aja bila tidak ada keperluan mendesak. Jadilah dian (pelita) yang tak pernah padam, selalu bersinar dengan segala karya dan keteladanan yang kita miliki. Selamat berjuang Kartini Kartini Indonesia, InsyaAllah Kita Pasti Menang! Wassalamualaikum Wr. Wb. Atalia praratya Ketua TPPKK jabar

A post shared by atalia praratya (@ataliapr) on

Istri Gubernur Jawa Tengah ini juga turut membagikan nilai-nilai dan pesan yang terinspirasi dari sosok Raden Ajeng Kartini. Dia merasa bahwa perjuangan Kartini di masa lalu masih relevan dengan kondisi Indonesia saat ini yang menghadapi pandemi COVID-19.

Berdasarkan keterangan yang ditulisnya, Atalia mengatakan bahwa Hari Kartini tidak hanya terkait dengan emansipasi perempuan. Tapi Hari Kartini menyiratkan simbol bahwa perempuan harus menjadi lilin-lilin di dalam kegelapan yang mampu memberi solusi dengan tidak berhenti belajar, berkarya, dan menjadi teladan.

"Momen di masa pandemi Covid 19 ini, membuat perempuan pun harus mampu menjadi penenang, penghangat, dan penerang layaknya lilin-lilin tadi, minimal bagi keluarga kita sendiri," tuturnya.

Atalia pun mengajak seluruh Kartini Indonesia untuk selalu menjaga daya tahan tubuh, jaga jarak, memakai masker, cuci tangan pakai sabun, dan dirumah aja bila tidak ada keperluan mendesak.

"Jadilah dian (pelita) yang tak pernah padam, selalu bersinar dengan segala karya dan keteladanan yang kita miliki. Selamat berjuang Kartini Kartini Indonesia, InsyaAllah Kita Pasti Menang!," tutup Ketua TP PKK Provinsi Jawa Barat itu.

Sri Mulyani

View this post on Instagram

Satu abad lalu Kartini sebagai perempuan, dipingit di rumah karena adat istiadat. Dinding rumah tidak menjadi penghalang bagi Kartini untuk memperjuangkan dan peduli akan nasib perempuan dan anak-anak untuk maju. Hari ini kita harus tinggal di rumah karena Covid19. Kita dapat mencontoh semangat Kartini - meski di rumah, you can always do good think for your family, your community and your country. Never try to find any excuses to do good things for others. Mereka yang bekerja siang malam menghadapi ancaman Covid19. Di garis depan para tenaga medik dokter, perawat, pekerja rumah sakit - memiliki tugas mulia menyelamatkan jiwa manusia dengan resiko jiwa raga mereka sendiri. Ucapan Terimakasih dan penghargaan tidak akan mampu menebus jasa besar mereka yang telah membaktikan dirinya untuk menolong dan menyelamatkan nasib sesama manusia. Pandemi Covid19 memberi kesempatan kepada kita semua untuk mampu menunjukkan kualitas kemanusiaan kita. Seperti Kartini, keperempuanannya, pingitannya, dan berbagai halangan adat, sosial kultural tidak menjadi alasan untuk memajukan kaumnya, dan menjadi pahlawan bangsa dan pahlawan kemanusiaan. Satu abad lebih, warisan Kartini dalam bentuk kepedulian dan perikemanusiaan yang adil dan beradab tidak pernah musnah. Pemikirannya yang maju jauh melampaui waktu saat itu, abadi dan lekat dengan kita semua dari jaman ke jaman. Sang Pencipta menghendaki agar umat manusia selalu mampu dan mau berbuat kebaikan bagi sesama manusia dan bagi alam semesta. Sudahkah kita? #selamathariKartini #pahlawankemanusiaan

A post shared by Sri Mulyani Indrawati (@smindrawati) on

Menteri Keuangan Sri Mulyani melalui unggahan terbarunya menyampaikan sebuah pesan khusus yang ditujukan kepada para Kartini Indonesia yang tengah berjuang keras memutus mata rantai penularan COVID-19. Sri Mulyani mengawali pesan tersebut dengan sebuah cerita singkat tentang perjuangan RA Kartini semasa hidupnya.

"Satu abad lalu Kartini sebagai perempuan, dipingit di rumah karena adat istiadat. Dinding rumah tidak menjadi penghalang bagi Kartini untuk memperjuangkan dan peduli akan nasib perempuan dan anak-anak untuk maju.

Hari ini kita harus tinggal di rumah karena COVID-19," jelasnya.

Sri Mulyani menambahkan, masyarakat Indonesia saat ini sebetulnya dapat mencontoh semangat Kartini meski harus terpaksa beraktivitas di rumah. Ada banyak sekali kontribusi nyata dan positif yang masih bisa dilakukan untuk keluarga, komunitas, maupun negara.

"Jangan pernah mencari alasan untuk melakukan hal baik kepada orang lain," kata Sri Mulyani.

Dia kemudian memberikan contoh para pejuang kemanusian, baik dokter maupun perawat yang bekerja siang malam menghadapi ancaman COVID-19. Di garis depan, kata Sri Mulyani, para tenaga medis memiliki tugas mulia menyelamatkan jiwa manusia dengan resiko jiwa raga mereka sendiri.

Ucapan terima kasih dan penghargaan tidak akan mampu menebus jasa besar mereka yang telah membaktikan dirinya untuk menolong dan menyelamatkan nasib sesama manusia.

Oleh karena itu, pandemi COVID-19 ini sejatinya memberi kesempatan kepada kita semua untuk mampu menunjukkan kualitas kemanusiaan kita.

"Seperti Kartini, keperempuanannya, pingitannya, dan berbagai halangan adat, sosial kultural tidak menjadi alasan untuk memajukan kaumnya, dan menjadi pahlawan bangsa dan pahlawan kemanusiaan," ujarnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini