Mengenal Tradisi Pingitan dan Manfaatnya

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 21 April 2020 19:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 21 612 2202756 mengenal-tradisi-pingitan-dan-manfaatnya-z1piD3uzlg.jpg ilustrasi/ist

RADEN Ajeng Kartini menjadi sosok yang tak terlupakan bagi masyarakat Indonesia. RA Kartini terkenal sebagai pahlawan emansipasi wanita. Perjuangannya Kartini selalu dikenang Bangsa Indonesia dan diperingati setiap 21 April.

Sejak menginjak usia 12 tahun, sosok Kartini sudah dipingit. Alhasil ia harus tinggal di rumah dan hanya bisa memanfaatkan waktu luangnya untuk belajar sendiri dan berkirim surat dengan teman-temannya yang berasal dari Belanda.

Sebagaimana diketahui, tradisi pingitan sangat umum dilakukan masyarakat Jawa, khususnya mereka yang berasal dari Jawa Tengah dan Yogyakarta. Selain pingitan, tradisi ini seringkali juga disebut sengkeran.

Dalam tradisi pingitan, calon mempelai wanitalah yang bakal terlibat banyak. Merangkum dari situs resmi Perpustakaan Digital Budaya Indonesia, pingitan ini memiliki tujuan yang baik. Fungsinya untuk menjaga kedua mempelai dari marabahaya dengan cara dipingit.

Dipingit artinya larangan bagi kedua calon mempelai untuk saling bertemu hingga hari pernikahan tiba. Proses pingitan ini bisa memakan waktu hingga satu bulan lamanya. Calon pengantin wanita dilarang untuk beraktivitas keluar rumah.

Larangan untuk bepergian ke luar rumah bagi calon pengantin wanita, biasanya diawali dengan sederet ritual tertentu. Calon pengantin wanita wajib melakukan ritual dibalub-balubi atau cengkrongan paes sebelum dipingit.

Menurut kepercayaan calon pengantin wanita memiliki ‘darah manis’ sehingga rentan akan gangguan yang sifatnya tidak terlihat. Untuk menjaga hal tersebut makanya prosesi pingitan pernikahan adat Jawa dilakukan.

Selain itu, calon pengantin perempuan juga akan terlihat ‘manglingi’ pada saat pernikahan berlangsung. Hal ini disebabkan karena aura calon pengantin wanita lebih terpancar.

Selama proses pingitan, perawatan dilakukan menggunakan ramuan tradisional yang diramu khusus wanita. Perawatan tersebut mulai dari ramuan khusus tubuh hingga minuman tradisional yang wajib diminum.

Mempelai wanita juga disarankan untuk berpuasa. Tujuannya agar pada hari pernikahan, mempelai perempuan dapat tampil cantik dan membuat pangling orang yang menyaksikannya. Masa pingitan ini pun beragam, biasanya berlangsung satu hingga dua bulan jelang pernikahan.

Sayangnya pada zaman modern ini masyarakat akan sulit menerapkan tradisi pingitan seperti itu, karena kewajiban kerja atau kesibukan lain yang tidak bisa ditinggalkan. Oleh sebab itu masyarakat modern biasanya melakukan pingitan minimal satu hari jelang pesta pernikahan.

Meski terlihat kuno, tapi tradisi pingitan yang sudah turun temurun ini masih dilakukan oleh beberapa pasangan pengantin hingga saat ini. Tentunya tradisi pingitan ini memiliki beberapa manfaat positif, diantaranya:

1.Menyiapkan diri untuk calon pengantin

Pada beberapa tradisi, pesta pernikahan bisa berlangsung selama beberapa hari. Tentunya hal ini akan menguras tenaga dan pikiran. Oleh sebab itu manfaat pingitan adalah untuk menjaga kebugaran calon pengantin.

Mereka bisa beristirahat dan fokus untuk pesta pernikahan yang akan dikakukan. Mereka juga bisa melakukan perawatan agar tampil prima dan memesona pada saat pernikahan.

2.Memupuk rasa rindu terhadap mempelai pria

Selain tak boleh bepergian ke luar rumah, calon mempelai wanita juga tak diizinkan bertemu dengan mempelai pria selama masa dipingit. Hal ini akan menyebabkan rasa rindu dan deg-degan, yang nantinya akan terbayar saat sudah berada di pelaminan.

3.Menumbuhkan rasa saling percaya

Tak bisa bertemu dengan calon mempelai akan menimbulkan rasa khawatir dan cemas. Masa ini bisa menjadi waktu yang tepat untuk menumbuhkan rasa saling percaya terhadap pasangan.

4.Terhindar dari bahaya

Mitos percaya bahwa pingitan bertujuan agar calon pengantin bisa mendapatkan keselamatan dan bebas dari marabahaya. Marabahaya ini bisa saja datang mengganggu calon pengantin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini