London Fashion Week 2020 Digelar Digital karena Pandemi COVID-19

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 22 April 2020 14:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 22 194 2203076 london-fashion-week-2020-digelar-digital-karena-pandemi-covid-19-Sk7ZkBP4et.jpg London Fashion Week akan digelar digital (Foto : Vogue)

London Fashion Week 2020 yang bakal digelar Juni mendatang tak akan dihelat seperti biasanya. British Fashion Council mengumumkan bahwa ajang fashion week bergengsi ini bakal digelar digital.

Menurut laporan Vogue, London Fashion Week 2020 bakal dilakukan secara digital. Pertunjukan pria dan wanita pun dibedakan waktunya. Men's Wear akan dihelat pada 12 Juni, sementara Women's Wear pada 14 Juni 2020.

Pagelaran London Fashion Week 2020 digital bisa diaksesn melalui laman resmi mereka di londonfashionweek.co.uk. Ini dilakukan karena pandemi COVID-19 yang masih menjadi ancaman dunia.

Dikatakan Caroline Rush, kepala eksekutif British Fashion Council, dengan platform baru ini, diharapkan tercipta budaya baru dalam pekan mode internasional.

"Kami mengadaptasi inovasi digital yang paling sesuai dengan kebutuhan saat ini dan ini merupakan sesuatu yang akan dikenang dalam sejarah di masa depan," kataya melalui rilis resmi mereka.

London Fashion Week

Caroline menambahkan, dengan diakukan secara digital, para desainer punya pengalaman baru dalam hidup mereka. London Fashion Week 2020 digital ini juga akan membuka pasar yang lebih global karena dapat diakses oleh siapapun di seluruh dunia.

"Kami berharap, selain perspektif pribadi mempertimbangkan alasan pandemi, tentu ada hikmah yang bisa dipetik yaitu munculnya inspirasi baru dalam dunia mode. Inilah yang dikenal sebagai British fashion," tambahnya.

Lantas apa saja yang akan terjadi dalam London Fashion Week 2020 digital?

Pekan mode ini diperkirakan akan berisi penampilan lookbook hingga 'brand video'. Tidak hanya itu, sesi tanya jawab langsung dengan desainer juga diperkirakan akan ada di sana.

Sekali lagi, dengan diterapkannya kultur fashion week digital ini, diharapkan muncul budaya baru dalam branding, pemasaran, dan komunikasi antar desainer dan buyer. Platform media sosial juga akan dimaksimalkan, seperti Instagram, konferensi Zoom, atau email langsung pun akan memberi dampak luar biasa.

London Fashion Week

Dengan diberlakukannya fashion week digital ini, British Fashion Council juga coba mendobrak paham yang selama ini ada. Ya, fashion dianggap sebagai dunia ekslusif yang tak banyak orang bisa terlibat di dalamnya.

Namun, pandangan tersebut akan sirna dengan diberlakukannya ajang London Fashion Week 2020 digital tersebut. Sebab, siapa saja bisa mengakses acara tanpa pengecualian. "Fashion itu sangat adaptif dan inklusif," kata Caroline.

Sekali lagi, Caroline mengatakan, pandemi COVID-19 ini bukan menjadi halangan untuk pelaku fashion berkarya. Bahkan, dengan adanya medium fashion week digital ini, diharapkan adanya keberlanjutan yang terus mengalir, kreativitas yang tak pernah putus, dan produk yang tetap memiliki nilai jual tinggi di pasaran.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini