Bolehkah Penderita Diabetes Berpuasa?

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 22 April 2020 15:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 22 481 2203118 bolehkah-penderita-diabetes-berpuasa-ItEgiJe11E.jpg Pasien diabetes perhatikan asupan makan saat berbuka puasa (Foto : Shutterstock)

Beberapa hari lagi masyarakat di seluruh dunia akan memulai ibadah puasa. Tentunya dibutuhkan kondisi yang sehat dan prima agar dapat menjalankan ibadah dengan baik dan lancar, terlebih bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit penyerta seperti diabetes.

Kepala Seksi Penyakit Tidak Menular, Kesehatan Jiwa, dan NAPZA Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, dr. Endang Sri Wahyuningsih mengatakan pasien diabetes perlu berhati-hati ketika hendak berpuasa. Terlebih ketika hendak berbuka puasa.

“Pas puasa jangan makan sampai berlebihan laki-laki umumnya mengonsumsi 1.800 sampai 2.200 kalori. Sementara wanita 1.500 sampai 2.000 kalori. Penderita diabetes harus kontrol gula darahnya, minum obatnya dan perbanyak aktivitas fisik,” terang dr. Endang, dalam ‘Workshop Online Batasi Konsumsi GGL’, Rabu (22/4/2020).

Selain itu dr. Endang mengatakan pedoman isi piringku yang disosialisasikan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bisa menjadi contoh asupan makan yang sehat. Setidaknya pasien diabetes dianjurkan makan tiga kali sehari saat berpuasa, yakni pada saat sahur, buka dan setelah salat.

Sahur

Lebih lanjut dr. Endang mengatakan ada beberapa kriteria yang membuat penderita diabetes tidak dianjurkan untuk berpuasa. Meski demikian, keputusan untuk berpuasa atau tidak harus dikonsultasikan dengan dokter yang bertanggung jawab, berdasarkan hasil uji klinis terhadap pasien.

“Pasien diabetes yang mengalami hipoglikemik (gula darah rendah), biasanya tidak dianjurkan berpuasa. Gejala yang dialami pasien hipoglikemik biasanya lemas, keluar keringat dingin dan mata menjadi kunang-kunang,” lanjutnya.

Selain itu dr. Endang juga mengatakan pasien diabetes yang mengalami hiperglikemi (gula darah tinggi) juga tidak boleh berpuasa. Gejala hiperglikemi ditandai dengan kulit kering, banyak buang air kecil dan sering merasa haus. Jika kondisi pasien diabetes sudah seperti ini, maka mereka harus membatalkan puasa dan diperiksa menuju fasilitas kesehatan (Faskes).

“Nanti dokter yang akan menentukan tak boleh puasa satu bulan penuh atau hanya pada saat itu saja. Karena uji klinis masing-masing orang berbeda,” tutupnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini