Pakar Kebencanaan Sebut PSBB Corona COVID-19 Dapat Kurangi Bencana Longsor

Avirista Midaada, Jurnalis · Kamis 23 April 2020 07:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 22 612 2203296 pakar-kebencanaan-sebut-psbb-corona-covid-19-dapat-kurangi-bencana-longsor-XMSKzsNosx.jpg Ilustrasi. (Okezone)

BERKURANGNYA aktivitas manusia di luar rumah untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona, ternyata juga berdampak positif bagi bumi dan ekosistemnya. Pakar Kebumiaan dan Kebencanaan Universitas Brawijaya (UB) Prof. Adi Susilo menyebut bila maraknya aktivitas di rumah saja tersebut membuat potensi bencana longsor berkurang.

Menurut Adi, aktivitas manusia di dalam rumah dengan mengurangi penggunaan kendaraan berat, seperti pesawat terbang, kendaraan darat yang bertonase besar atau kecil, berpengaruh terhadap frekuensi adanya gelombang seismik, akibat kendaraan, yang menjadi salah satu penyebab bencana longsor.

psbb

"Berkurangnya aktivitas manusia seperti penggunaan kendaraan berat dan pesawat terbang akan berpengaruh terhadap frekuensi timbulnya gelombang seismik. Gelombang seismik ini adalah gelombang yang merambat pada bagian dalam bumi, dan juga permukaan bumi,” ujar Adi Susilo melalui keterangan tertulis yang diterima Okezone.

Dirinya mengatakan, gelombang seismik dalam frekuensi tertentu memicu terjadinya longsor, seperti yang pernah terjadi di provinsi Jawa Barat beberapa waktu lalu, gelombang ini diakibatkan dari getaran kendaraan yang lewat.

Oleh karena itu, berkurangnya aktifitas manusia di luar menjadi momen bumi berisitirahat, sekaligus mengurangi proses yang ada di kulit bumi, dan berpengaruh terhadap infrastruktur bangunan.

psbb

"Jika frekuensi getaran sama dengan dengan frekuensi bangunan, maka akan menimbulkan resonansi bangunan sehingga bisa menyebabkan kerusakan, seperti retak. Getaran ini dihasilkan oleh kendaraan-kendaraan yang lewat," jelas Adi kembali.

Berkurangnya aktivitas manusia, juga akan mengurangi gangguaan pada infrastruktur buatan manusia, seperti jembatan dan bangunan.

"Apalagi daerah daerah pesisir utara sangat kuat sekali dilewati getaran-getaran seismik. Daerah di pesisir utara seperti Surabaya berasal dari endapan non vulkanik, seperti lempung dan lumpur. Sebuah getaran ketika melewati lempung bisa kuat tapi kalau lewat pasir bisa diredam.

“Semakin kuat getarannya maka pengeruh terhadap kerusakan bangunan akan semakin besar,"katanya.

Meskipun begitu, Adi mengaku ada kekhawatiran yang muncul usai pandemi ini berakhir dan manusia kembali beraktivitas normal seperti sedia kala.

"Sekarang bumi relatif istirahat dari dilewatinya getaran seisimik dan bencana alam yang lain juga berkurang. Itu hikmahnya. Saya justru khawatir setelah ramadhan dan pandemi berakhir, mobilitas serta kebutuhan banyak maka kondisi alam akan menjadi lebih buruk lagi," pungkasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini