Share

Hannah Al Rashid, Kartini Masa Kini yang Berani Lawan Pelecehan Perempuan

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 22 April 2020 21:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 22 612 2203390 hannah-al-rashid-kartini-masa-kini-yang-berani-lawan-pelecehan-perempuan-z3f0NiXSty.jpg Hannah Al Rashid (Foto : @hannahalrashid/Instagram)

Mungkin terlalu dini untuk mengatakan bahwa Hannah Al Rashid adalah 'Kartini Masa Kini'. Namun, label tersebut patut diberikan kepadanya karena aktris ini berani menyuarakan masalah yang biasanya hanya akan jadi obrolan lalu; pelecehan seksual.

Masih ingat dengan unggahan Hannah Al Rashid di Twitter ketika dirinya mengikuti #WomensMarchJKT? Di sana Hannah membentangkan kertas putih yang bertuliskan keresahannya di industri film.

"Lokasi shooting yang paling ideal? 1. No nyamuk. 2. No kecoa. 3. No lelaki yang tangannya kemana-mana. #stopdefendingTHEMSTARTPROTECTINGUS #SinematikGakHarusToxic." Begitu tulisan yang coba disuarakan Hannah di secarik kertas.

Dalam keterangan foto, Hannah pun menuliskan kalimat yang cukup berani. Begini bunyinya di artikan dalam bahasa Indonesia.

"Kepada semua perempuan di industri perfilman yang tidak merasa aman di lokasi syuting, yang ragu untuk melaporkan kasus pelecehan, yang takut mereka akan meragukanmu, kami mendukung Anda, kami percaya Anda.

Kepada semua pemangsa di lokasi, melangkahlah dengan hati-hati karena kami memperhatikan Anda," tulis Hanna. Unggahan ini disukai lebih dari 24,3 ribu netizen dan dibagikan ulang hampir 10 ribu kali.

Hannah Al Rashid memang sangat vokal dalam urusan pelecahan seksual. Mengemban amanah sebagai SDG (Sustainable Development Goals) PBB dalam bidang kesetaraan gender di Indonesia, tentu membuat dirinya punya ruang untuk menggunakan 'power' tersebut dan bertanggung jawab pada tugas ini.

Karena itu, Hannah sepertinya tak pernah bosan untuk mengajak para perempuan yang merasa haknya hilang, tak bisa menikmati hidup yang sejahtera karena dianggap tak bisa melakukan apapun, atau mendapat pelecehan untuk mau bersuara. Bertindak, karena dirinya ada bersama kelompok ini.

"Saya merasa dari dulu bisa menyuarakan opini saya dan gak takut dianggap bawel. Saya berhak menyuarakan apapun yang diinginkan saya," katanya dengan berani dalam sesi meeting virtual di acara SHE@Tokopedia Bahas Kesetaraan Gender, Rabu (22/4/2020).

Harapan itu juga yang coba disampaikan Hannah pada perempuan di luar sana. Menurut Hannah, semua perempuan itu kuat dan luar biasa. Karena itu, jangan pernah merasa tak bisa apa-apa.

Selain terus menjadi pendamping perempuan dalam menggapai hak hidupnya, Hannah juga mulai mengubah 'mindset' masyarakat di dalam lingkungan patriarki. Ya, upaya ini dia rasa penting karena yang akan menentukan apakah suara perempuan bisa didengar atau tidak.

"Saya selalu mengatakan, lihatlah perempuan sebagai sosok yang memiliki potensial yang sangat luar biasa, jangan kemudian menganggap perempuan sebagai beban keluarga," sambungnya.

Hannah Al Rashid

Dalam menyuarakan tujuannya ini, Hannah pun menyadari bahwa pentingnya peran media sosial. Hal ini bisa dilihat juga pada kasus Baiq Nuril. Jadi, menurut Hannah, dengan viralnya kasus ini, media sosial punya peran luar biasa juga dalam menegakkan keadilan.

"Petisi online keluar untuk bisa membebaskan Baiq Nuril, sampai akhirnya dia benar-benar bebas dari hukumannya. Padahal dia korban pelecehan. Ini menandakan media sosial punya power juga dalam menyuarakan keresahan masyarakat, termasuk perempuan di dalamnya," tambah aktivis perempuan itu.

Memang media sosial sekarang ini punya power tersendiri, tetapi bagi Hannah, yang terpenting lainnya adalah adanya support system antar perempuan. Ini yang kemudian membuat perempuan kuat bersama.

Jadi, antarperempuan itu saling memberi dukungan, bukan malah menjatuhkan. Solidaritas itu sangat penting. Terlebih dalam menyuarakan hak yang mungkin selama ini sulit untuk dapat teralisasi.

"Kolaborasi antarperempuan membuat sistem ini akan berjalan lebih baik. Karena itu, sikap solidaritas menjadi penting di sini demi mendapatkan kesejahteraan hidup yang tak dipandang sebelah mata," papar Hannah.

Hannah Al Rashid

Terkait dengan masalah pelecehan, Hannah menyarankan agar Anda mengadukan tindakan tersebut sekaligus konsultasi untuk mendapatkan perlindungan hukum melalui LBH APIK (Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan). Ruang ini menjadi penting agar para perempuan tahu hak mereka.

"Saya menyarankan untuk teman-teman ke LBH APIK (Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan). Sebab, secara legal mereka juga akan memberikan advice. Kadang kalau mengalami pelecehan inginnya melapor supaya orang lain tahu apa yang terjadi, tapi mungkin belum tentu mau meneruskan melalui jalur legal. Tapi, setidaknya kita mengetahui hak kita," saran Hannah.

Ia menambahkan, konseling juga bisa didapati teman-teman melalui Yayasan Pulih atau Lentera Sintas Indonesia yang biasanya melakukan pertemuan tertutup buat orang yang mau bicara kepada konsuler atau orang yang punya pengalaman yang sama. "Sekali lagi untuk perempuan semua, go for it. Kalian bisa dapatkan apa yang kalian mau. Tahu dan kemudian perjuangkan hak kalian," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini