Share

Uji Coba Vaksin Covid-19 pada Manusia Mulai Dilaksanakan di Inggris

Jum'at 24 April 2020 10:51 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 24 481 2204135 uji-coba-vaksin-covid-19-pada-manusia-mulai-dilaksanakan-di-inggris-NeVE4MZeuT.jpg Uji coba vaksin Covid-19 (Foto: BBC)

Melawan pandemi Covid-19, ilmuwan dan pakar medis dari berbagai belahan dunia berlomba-lomba menemukan vaksin Covid-19.

Rupanya uji coba vaksin Covid-19 pada manusia telah dimulai di Oxford, Inggris. Ini jadi negara yang pertama di Eropa yang melakukannya.

Dua sukarelawan disuntik vaksin Covid-19, kelompok pertama dari lebih dari 800 orang yang telah direkrut untuk penelitian.

 wabah corona

Setengahnya akan menerima vaksin Covid-19, dan separuhnya lagi vaksin kontrol yang melindungi dari penyakit meningitis dan bukan virus corona.

Rancangan uji coba ini berarti sukarelawan tidak akan tahu vaksin mana yang mereka dapatkan. Namun, dokter mengetahuinya.

Elisa Granato, salah seorang sukarelawan yang menerima vaksin, mengatakan ia seorang ilmuwan. "Jadi saya ingin berusaha mendukung proses ilmiah di mana pun saya bisa," katanya penu semangat.

Vaksin Covid-19 ini dikembangkan dalam waktu kurang dari tiga bulan oleh tim ilmuwan di Universitas Oxford. Sarah Gilbert, profesor vaksinologi di Jenner Institute, memimpin penelitian praklinisnya.

"Saya pribadi, saya sangat percaya pada vaksin ini," katanya.

"Tentu saja, kita harus mengujinya dan mendapatkan data dari manusia. Kita harus menunjukkan ia benar-benar manjur dan mencegah orang terinfeksi virus corona sebelum digunakan pada populasi yang lebih luas," terang Profesor Gilbert

Profesor Gilbert sebelumnya mengatakan, dia percaya 80% bahwa vaksin Covid-19 akan manjur. Namun sekarang ia memilih tidak menyebutkan angka, dan hanya mengatakan ia sangat optimistis dengan peluangnya.

Vaksin ini dibuat dari versi lemah dari virus flu biasa (dikenal sebagai adenovirus) dari simpanse yang telah dimodifikasi sehingga tidak dapat berkembang biak pada manusia.

Tim Oxford sebelumnya telah mengembangkan vaksin untuk melawan Mers, jenis lain virus corona, menggunakan pendekatan yang sama, dan dengan hasil yang menjanjikan dalam uji klinis.

Bagaimana mereka tahu kalau vaksinnya manjur?

Satu-satunya cara para peneliti mengetahui apakah vaksin Covid-19 manjur adalah membandingkan jumlah orang yang terinfeksi virus corona dalam kedua kelompok percobaan selama beberapa bulan ke depan.

Itu bisa menjadi masalah jika jumlah kasus turun dengan cepat di Inggris, karena bisa jadi tidak akan ada cukup data.

Seperti dilansir dari BBC, Jumat (24/4/2020), Profesor Andrew Pollard selaku Direktur Kelompok Penelitian Vaksin Oxford, yang memimpin uji coba ini, mengatakan, pihaknya mengejar akhir dari gelombang epidemi saat ini.

"Jika kami tidak bisa mengejarnya, kami tidak akan bisa memastikan apakah vaksin bekerja dalam beberapa bulan ke depan. Tapi kami memperkirakan akan ada lebih banyak kasus di masa depan karena virus ini belum hilang," kata Pollard.

Para peneliti vaksin memprioritaskan perekrutan petugas layanan kesehatan dalam percobaan vaksin Covid-19 karena mereka lebih mungkin terkena virus daripada kelompok lain.

Uji coba yang lebih besar, dengan sekitar 5.000 sukarelawan, akan dimulai dalam beberapa bulan mendatang dan tidak memiliki batasan usia.

Orang yang lebih tua cenderung memiliki respons imun yang lebih lemah terhadap vaksin. Para peneliti sedang mengevaluasi apakah mereka membutuhkan dua dosis vaksin.

Tim Oxford juga mempertimbangkan uji coba vaksin di Afrika, mungkin di Kenya, tempat tingkat penularan tumbuh dari basis yang lebih rendah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini