Trik Bangkitkan Semangat Olahraga Selama Puasa Ramadhan

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 27 April 2020 07:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 25 481 2204830 trik-bangkitkan-semangat-olahraga-selama-puasa-ramadhan-6GgOB7YXbb.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

OLAHARAGA mungkin tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Banyak orang berusaha mendapatkan kebugaran tubuhnya dengan cara rutin berolahraga. Namun apakah olahraga dianjurkan selama berpuasa?

Studi pada 2016 yang diterbitkan dalam Journal of Nutrition and Metabolism menemukan bahwa berpuasa sebelum melakukan olahraga pagi benar-benar meningkatkan oksidasi lemak, berpotensi mendorong potensi penurunan berat badan selama latihan.

Selama aktivitas fisik, tubuh Anda menggunakan karbohidrat sebagai bahan bakar. Jika Anda telah berpuasa untuk sementara waktu, tubuh Anda secara alami akan mengambil sumber energi lainnya ketika karbohidrat tidak tersedia.

olahraga

Ahli Diet, Chelsea Amengual mengatakan, “Saat puasa karbohidrat simpanan Anda yang dikenal sebagai glikogen kemungkinan besar akan habis, sehingga Anda akan membakar lebih banyak lemak sebagai bahan bakar selama latihan.”

Jadi pada dasarnya, waktu puasa tubuh pertama-tama akan menghabiskan simpanan glikogen. Ketika glikogen itu habis, tubuh beralih untuk membakar lemak untuk energi. Seiring waktu, tubuh Anda belajar untuk mengandalkan proses tersebut dan mendorong dirinya untuk membakar lemak lebih efisien.

Merangkum dari Live Strong, Sabtu (25/4/2020), berikut beberapa cara berolahraga dengan aman selama bulan puasa.

1. Tetap terhidrasi. Minum lebih banyak air dari biasanya saat Anda sedang berpuasa.

2. Berhentilah berolahraga jika Anda merasa lemah, pusing, atau sesak napas. Jika pusing atau lemah terjadi, minumlah minuman olahraga karbohidrat-elektrolit.

3. Jika Anda berpuasa selama 24 jam atau lebih, tetaplah berolahraga dengan aman yakni dengan melakukan latihan intensitas rendah, seperti yoga atau berjalan.

4. Jika Anda memilih olahraga kardio pertahankan latihan intensitas rendah. Jangan memilih olahraga seperti berlari cepat ketika berpuasa.

5. Selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum memulai program kebugaran atau program diet baru.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini