Pola Makan Sehat Selama Puasa Ramadhan Menurut Rekomendasi WHO

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Minggu 26 April 2020 00:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 26 298 2204925 pola-makan-sehat-selama-puasa-ramadhan-menurut-rekomendasi-who-VBdzcQpAoH.jpg

SELURUH umat Muslim di dunia menjalankan ibadah puasa selama Ramadhan. Mereka menahan diri dari makan dan minum serta melakukan perkara-perkara yang membatalkan puasa mulai dari terbitnya matahari hingga tenggelamnya matahari.

Ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa puasa memiliki efek positif pada kesehatan manusia, dengan catatan dilakukan dengan benar.

Selama bulan Ramadhan, beberapa orang mungkin tidak melakukan aktivitas fisik berarti, sementara jam biologis tubuh dan pola makan berubah. Akibatnya dapat meningkatkan berat badan, tekanan darah naik dan kadar kolesterol bertambah jika perubahan ini tidak diimbangi dengan pola hidup sehat. Oleh sebab itu pola makan dan istirahat yang baik selama berpuasa perlu diperhatikan.

Merangkum dari situs resmi WHO, Minggu (25/4/2020), berikut tips pola makan yang sehat selama puasa Ramadhan.

1. Minum air yang banyak di antara waktu berbuka dan sahur. Direkomendasikan 10 gelas air atau sekitar 8 liter sehari untuk mengganti cairan tubuh yang hilang selama berpuasa. Tambahan cairan tubuh juga dapat diperoleh dari buah-buahan kaya air seperti semangka, timun dan sayuran seperti tomat.

Hindari minuman berkafein seperti kopi, teh dan soda. Kenapa? karena kafein dapat membuat orang lebih sering buang air kecil, sehingga dapat menyebabkan dehidrasi. Ingat juga bahwa minuman bersoda dengan gula akan menambah kalori dalam tubuh Anda.

2. Makan tiga biji kurma saat buka puasa sangat direkomendasikan karena kaya serat dan karbohidrat. Jangan lupa konsumsi sayuran untuk mendapatkan vitamin dan nutrisi penting. Pilih biji-bijian utuh, yang memberi energi dan serat pada tubuh.

Makan daging tanpa lemak, ayam dan ikan tanpa kulit, untuk mendapatkan protein yang sehat. Kemudian hindari gorengan dan makanan olahan yang tinggi lemak atau gula. Hindari makan berlebih dan makan perlahan.

3. Hindari makan makanan manis olahan setelah berbuka puasa. Makanan manis yang biasa dimakan mengandung sirup gula dalam jumlah besar. Makanan manis yang direkomendasikan untuk dikonsumsi adalah buah yang mengandung air, seperti semangka, melon atau buah musiman lainnya, seperti peach atau nectarine.

4. Untuk menu sahur direkomendasikan mengonsumsi sayuran, makanan yang mengandung karbohidrat seperti nasi dan roti gandum, makanan kaya protein seperti susu, keju dan telur, serta lauk pauk lain. Jangan lupa mengonsumsi buah seperti alpukat.

5. Kurangi konsumsi makanan yang kaya lemak, terutama daging berlemak, makanan yang dibuat dengan puff pastry, atau pastry dengan tambahan lemak / margarin atau mentega. Daripada menggoreng makanan, disarankan untuk menggunakan metode memasak lainnya, seperti mengukus, memasak dengan saus, menggoreng dengan sedikit minyak dan membuat kue.

6. Hindari makanan yang mengandung banyak garam, seperti sosis, produk daging dan ikan olahan dan asin, zaitun dan acar, makanan ringan, keju asin, berbagai jenis kerupuk, salad, olesan dan saus siap saji (seperti mayones, mustard, saus tomat).

Saat menyiapkan makanan, disarankan untuk membatasi penggunaan garam sejauh mungkin, dan tentu saja dianjurkan untuk menghapus pengocok garam dari meja. Gunakan berbagai bumbu untuk meningkatkan rasa makanan yang sedang dimasak.

7. Makan perlahan, dan dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu. Makan besar menyebabkan mulas dan ketidaknyamanan.

8. Cobalah untuk bergerak sebanyak mungkin dan aktif di malam hari, misalnya, dengan berjalan kaki setiap hari.

9. Rata-rata orang berpuasa antara 13 sampai 16 jam sehari. Selama siang hari, ketika suhu tinggi, sangat penting untuk tetap berada di tempat yang dingin dan teduh, untuk menghindari matahari.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini