Menggigil hingga Sakit Kepala, Catat 6 Gejala Baru COVID-19 Versi CDC

Pradita Ananda, Jurnalis · Selasa 28 April 2020 08:38 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 28 481 2205886 menggigil-hingga-sakit-kepala-catat-6-gejala-baru-covid-19-versi-cdc-VTuUbaRR5W.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PANDEMI Virus Corona COVID-19 dari hari ke hari terus berjalan dan berkembang, dan memakan banyak korban setiap harinya. Para dokter pun terus berupaya untuk bisa mengidentifikasi aspek-aspek baru dari infeksi virus satu ini.

Saat ini, para peneliti, ahli virus dan ilmuwan di berbagai penjuru dunia, masih terus berusaha untuk menemukan vaksin atau obat yang efektif bagi para pasien COVID-19. Pasalnya, saat ini gejala COVID-19 terus berubah dan mengalami perkembangan.

Nah, laporan teranyar yang baru saja dirilis oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mengenai gejala COVID-19, mencatat ada beberapa gejala baru dari penyakit ini.

Jika sebelumnya selama ini disebutkan gejala awal seseorang terinfeksi COVID-19 adalah batuk kering, demam, dan flu. Nah, kini Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) diketahui baru saja menambahkan enam gejala baru ke dalam daftar gejala resmi dari COVID-19.

Pasien Corona Baca Juga: Masker N95 Sekali Pakai Bisa Didekontaminasi dan Digunakan Lagi

Seperti dikutip Popularscience, Senin (28/4/2020), enam gejala baru yang masuk sebagai gejala resmi COVID-19 tersebut adalah tubuh menggigil, terasa ada nyeri otot, sakit kepala, tubuh menggigil berulang kali, sakit tenggorokan, dan kehilangan kemampuan merasakan rasa atau mencium sesuatu.

"Keenam gejala baru tersebut sejauh ini sudah banyak dilaporkan dialami oleh cukup banyak pasien positif COVID-19. Sehingga dilihat bisa menjamin bahwa enam gejala tersebut bisa dimasukkan sebagai gejala baru terinfeksi COVID-19," jelas CDC dalam laporannya.

Penambahan baru gejala ini bisa terbukti penting untuk mengidentifikasi jumlah infeksi yang sebenarnya di seluruh Amerika (negara paling terdampak COVID-19 di dunia) dan dunia secara keseluruhan. Mengingat seseorang yang mau melakukan tes pemeriksaan untuk mengonfirmasi SARS-CoV-2 biasanya harus bergejala terlebih dahulu.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini