Hampir 10 Ribu Korban, Jubir COVID-19: Rajin Cuci Tangan

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Selasa 28 April 2020 19:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 28 481 2206275 hampir-10-ribu-korban-jubir-covid-19-rajin-cuci-tangan-dlk3JDNKsd.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

JURU Bicara Pemerintah Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto, mengimbau masyarakat Indonesia untuk tetap disiplin guna menekan penularan pandemi virus corona atau COVID-19.

Karenanya, data terakhir yang dikeluarkan BNPB per Selasa (28/4/2020), tercatat bahwa kasus positif corona di Tanah Air, hampir 10.000 ribu kasus. Tepatnya yakni 9.511 kasus positif corona.

corona

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah terus mendorong masyarakat untuk tetap mengindahkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), serta melaksanakan beberapa anjuran lainnya.

"Kami meyakini masyarakat mampu melaksanakan dengan baik. Memang diperlukan kesadaran, karena inilah cara yang paling tepat untuk memutus penularan COVID-19," terang Yuri dalam konferensi pers di BNPB, Selasa (28/4/2020). 

Tak bosan-bosannya Yuri juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan diri. Anda juga diimbau untuk tidak pergi kemanapun, saat tidak ada kepentingan mendesak.

"Oleh karena itu saudara-saudara mari kita berpartisipasi secar aktif. Cuci tangan sesering mungkin, pakai masker, hindari kerumunan, jaga jarak, tetap produktif di rumah, tidak melakukan perjalanan ke mana pun, dan tidak mudik," katanya.

cuci

Lebih lanjut Yuri menjelaskan, saat ini pemerintah telah menyipakan 48 laboratorium yang aktif untuk pengecekan sampel pasien. Laboratorium tersebut difasilitasi oleh sejumlah insitisusi termasuk perguruan tinggi, jajaran Kementerian Kesehatan, dan laboratorium kesehatan darah.
Setidaknya sudah ada 79.618 spesimen yang diperiksa dari 62.544 orang. Dari data tersebut, diketahui bahwa kasus positif corona menjadi 9.511 kasus, dengan 1.254 di antaranya dinyatakan sembuh, dan 773 orang dilaporkan meninggal dunia. 
Untuk korban meninggal dunia, Yuri mengatakan kategori pasien terbagi menjadi beberapa rentang usia. Antara lain, pada rentang usia 0-4 tahun 2 orang,  5-14 tahun 3 orang, 15-29 tahun 19 orang, 30-59 tahun 351 orang, 61-79 tahun 302 orang, dan di atas 80 tahun 27 orang.

Lebih lanjut Yuri menjelaskan, saat ini pemerintah telah menyipakan 48 laboratorium yang aktif untuk pengecekan sampel pasien. Laboratorium tersebut difasilitasi oleh sejumlah insitisusi termasuk perguruan tinggi, jajaran Kementerian Kesehatan, dan laboratorium kesehatan darah.

Setidaknya sudah ada 79.618 spesimen yang diperiksa dari 62.544 orang. Dari data tersebut, diketahui bahwa kasus positif corona menjadi 9.511 kasus, dengan 1.254 di antaranya dinyatakan sembuh, dan 773 orang dilaporkan meninggal dunia. 

Untuk korban meninggal dunia, Yuri mengatakan kategori pasien terbagi menjadi beberapa rentang usia. Antara lain, pada rentang usia 0-4 tahun 2 orang,  5-14 tahun 3 orang, 15-29 tahun 19 orang, 30-59 tahun 351 orang, 61-79 tahun 302 orang, dan di atas 80 tahun 27 orang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini