Stres Urus Anak saat WFH, Coba 5 Tips Ini

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Rabu 29 April 2020 19:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 29 196 2206835 stres-urus-anak-saat-wfh-coba-5-tips-ini-D16EHMs8p6.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

STRES saat Work From Home karena mengurus anak dan suami tentu dirasakan oleh banyak ibu. Maka mengelola stres sangat penting dilakukan agar tetap semangat bekerja.

Hal itupun dianjurkan oleh Psikolog Rosdiana Setyaningrum, MPsi, MHPEd. Menurutnya, orangtua perlu mengelola stres dengan memperbanyak mengkonsumsi berita baik.

wfh

Di samping juga, orangtua juga harus aktif mendampingi anak-anak mengelola informasi secara proporsional dan tidak berlebih.

"Saat ini masyarakat Indonesia tengah memasuki situasi yang disebut dengan istilah a new normal, atau hal yang sebelumnya tidak biasa, kini menjadi hal sehari-hari kita temui," terang Rosdiana saat diskusi bertajuk 'Building Strong Family pas #DiRumahAja: Gizi Seimbang, Aktif dan Bahagia', Rabu (29/4/2020).

Contohnya tinggal di rumah 24 jam, bekerja dan sekolah dari rumah, bertemu orang yang sama terus menerus, atau di beberapa keluarga bahkan harus diam di ruangan yang tidak terlalu luas. Perubahan ini dan menjalankan kebiasaan baru berpotensi menimbulkan kejenuhan bahkan stres yang akan sangat mempengaruhi imunitas tubuh.

Cara terbaik untuk menghindari stres ini adalah dengan mencari cara untuk menikmati kebiasaan baru ini dan mengubah cara berpikir. Banyaknya waktu bersama keluarga di rumah dapat disiasati dengan membuat rule of game baru dan disepakati bersama.

"Lakukan apa yang kita sukai secara individual dan memilih kegiatan yang dapat dikerjakan bersama. Sehingga orangtua tidak stres dan anak-anak senang berada di dekat ayah dan atau bundanya," tambahnya Rosdiana.

Rosdiana juga menyarankan lima cara yang dapat dilakukan oleh orang tua untuk menghindari stress, membentuk bonding antara anggota keluarga, dan membangun kebahagiaan di rumah, yaitu:

1. Mengajarkan anak untuk mandiri agar pekerjaan orang tua dapat terbantu;

2. Melakukan komunikasi dua arah yang terbuka antar anggota keluarga, kurangi penggunaan gadget dan biarkan anak bercerita kepada Anda dan ini akan membantu melatih kemampuannya menyampaikan gagasan;

3. Melakukan dan membangun kebiasaan baik bersama, seperti kebiasaan makan-makanan bergizi dan rutin minum susu, hingga memasak atau membersihkan rumah;

4. Membiasakan kedisiplinan dengan aturan bersama yang harus diikuti oleh orang tua dan anak-anak. Boleh juga ditambahkan apresiasi dan konsekuensi yang harus dibicarakan bersama terlebih dahulu.

5. Mencontohkan tingkah laku empati dan senang berbagi dengan beramal atau berdonasi untuk membantu anak-anak untuk lebih mensyukuri apa yang dia miliki. Rasa bahagia yang hadir di tengah keluarga adalah permulaan yang sangat baik untuk membangun keluarga kuat Indonesia.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini