Peneliti Temukan Virus Corona di Partikel Polusi Udara

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 29 April 2020 14:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 29 481 2206576 peneliti-temukan-virus-corona-di-partikel-polusi-udara-uYJoTHLfPz.jpg Ilustrasi (Foto : Medicalnewstoday)

Sejumlah penelitian dilakukan untuk bisa memahami karakter virus corona SARS-CoV-2 penyebab COVID-19. Seperti penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan di Italia.

Penelitian awal mereka menghasilkan temuan, virus corona bisa ada di partikel kecil polusi udara. Ini artinya, ada kemungkinan virus corona dapat dibawa dalam jarak yang lebih jauh, sehingga meningkatkan jumlah orang yang terinfeksi.

Penelitian dilakukan menggunakan sampel udara yang dikumpulkan di dua lokasi, provinsi Bergamo dan wilayah Lombardy Italia utara. Dua wilayah tersebut merupakan kawasan di Italia yang paling terdampak parah karena pandemi COVID-19.

Pengujian menemukan gen yang sangat spesifik untuk COVID-19 dalam banyak sampel dari provinsi Bergamo, salah satu yang paling tercemar di Italia.

Tapi, para ilmuwan Italia ini mengingatkan publik bahwasanya studi penelitian mereka belum dikaji ulang oleh sesama ilmuwan. Karena itu, hasil temuan studi penelitian ini harus dimaknai dengan hati-hati.

Waspada COVID-19

"Saat ini, tidak ada asumsi yang bisa dibuat mengenai korelasi antara keberadaan virus pada (partikulat) dan pengembangan wabah COVID-19," bunyi keterangan di studi penelitian tersebut.

Materi partikulat sendiri adalah butiran kecil polusi yang bisa berbahaya bagi kesehatan manusia karena bisa masuk begitu jauh ke paru-paru. Partikel-partikel polusi yang biasanya diproduksi oleh knalpot mobil, cerobong asap pembangkit listrik dan bahan-bahan terbakar ini, ukurannya seringkali jauh lebih kecil dari lebar rambut manusia.

Terlepas dari catatan khusus untuk berhati-hati, Leonardo Setti dari Universitas Bologna Italia selaku yang memimpin penulisan studi penelitian ini mengungkapkan sejatinya memang penting untuk bisa menentukan apakah virus corona SARS-CoV-2 bisa dibawa lebih luas dan jauh oleh polusi udara atau tidak.

“Saya seorang ilmuwan, dan saya khawatir jika saya tidak mengetahuinya. Jika kita tahu, maka kita bisa menemukan solusinya. Tapi jika kita tidak tahu, kita hanya bisa menderita karena akibatnya,” ungkap Leonardo.

Waspada COVID-19

Jika dihubungkan dengan penelitian yang ada sebelumnya, penelitian ini memang tidak dibuat-dibuat. Seperti dilaporkan Guardian, karena penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa partikel polusi udara mengandung mikroba dan bahwa polusi kemungkinan membawa virus yang menyebabkan flu burung, campak pada jarak yang cukup jauh.

Sementara menurut laporan dari situs berita Weather, studi sebelumnya yang ada di medRxiv sebagai server pracetak untuk ilmu kesehatan juga telah menemukan, orang yang terpapar pada tingkat polusi udara tinggi lebih berisiko meninggal akibat COVID-19. Demikian seperti dilansir Usatoday, Rabu (29/4/2020).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini