Puasa Bikin Kamu Cantik dan Awet Muda Loh

Ivankha Yulianto, Jurnalis · Rabu 29 April 2020 16:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 29 481 2206758 puasa-bikin-kamu-cantik-dan-awet-muda-loh-AwKLJ2WmXY.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

BERPUASA tak hanya bermanfaat untuk menjaga kesehatan. Namun juga peneliti menyebut bahwa puasa dapat mencegah penuaan dini.

Dikutip Okezone dari Medicalnewstoday Rabu (29/04/2020), terdapat hasil studi terbaru yang mengeksplorasi dampak puasa pada tubuh manusia. Disimpulkan bahwa berpuasa dapat meningkatkan aktivitas metabolisme lebih dari yang disadari sebelumnya, bahkan dapat memberikan manfaat antipenuaan.

muslimah

Dalam studi itu, disebutkan bahwa berpuasa dapat membantu beberapa orang untuk menurunkan berat badan. Meskipun para peneliti masih memperdabatkan seberapa efektif puasa untuk menurunkan berat badan, penelitian baru-baru ini mengisyaratkan manfaat lain.

Studi tersebut menggunakan tikus sebagai sampelnya, hasilnya menunjukkan bahwa puasa dapat memperpanjang umur tikus. Meski begitu, bukti tersebut belum bisa dipastikan pada manusia.

“Studi baru-baru ini menunjukan bahwa pembatasan kalori dan berpuasa memiliki efek memperpanjang umur pada hewan, tetapi mekanisme terperinci tetap masih menjadi misteri," ungkap Dr Takuyaki Teruya.

Secara khusus, para ilmuwan di Institut Pascasarjana Sains dan Teknologi Okinawa di Jepang meneliti dampaknya terhadap metabolisme. Dengan memahami metabolisme, tim ini berharap untuk menemukan cara memanfaatkan manfaat puasa tanpa perlu menguras energi.

Untuk menyelidiki, empat sukarelawan berpuasa selama 58 jam. Menggunkan metabolomik atau pengukuran metabolit, para peneliti menganalisis sample darah lengkap pada interval selama periode puasa.

Para ilmuwan dapat menemukan bukti glukoneogenesis dengan menilai kadar metabolit tertentu dalam darah, termasuk karnitin dan butirat. Setelah berpuasa, kadar metabolit ini telah meningkat dalam darah.

Namun, para ilmuwan juga mengidentifikasi lebih banyak perubahan metabolisme, beberapa hasilnya pun sangat mengejutkan peneliti.

Puasa juga memunculkan senyawa antipenuanaan. Kadar purin dan pirimidin yang lebih tinggi adalah petunjuk bahwa tubuh mungkin meningkatkan kadar antioksidan tertentu.

Peneliti menjelaskan bahwa ini mungkin puasa memperpanjang umur pada tikus. Dalam keempat subjek, para peneliti mengidentifikasi 44 metabolit yang meningkat selama puasa, beberapa di antaranya meningkat 60 kali lipat.

“Ini adalah metabolit yang sangat penting untuk pemeliharaan otot dan aktivitas antioksidan. Hasil ini menunjukkan kemungkinan efek peremajaan dengan puasa, yang tidak diketahui sampai sekarang," tambah Dr Takuyaki Teruya.

Para ilmuwan percaya bahwa kenaikan antioksidan muncul selama menahan lapar. Sehingga tubuh mengalami tingkat stres oksidatif yang tinggi. Dengan memproduksi antioksidan, mungkin membantu menghindari beberapa potensi kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini