Nenek Super, Berhasil Selamat dari Pandemi Flu Spanyol dan Pandemi Corona

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 29 April 2020 14:53 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 29 612 2206680 nenek-super-berhasil-selamat-dari-pandemi-flu-spanyol-dan-pandemi-corona-d8dX8onYBQ.jpg Nenek super (Foto: Hawaii News Now)

Seorang perempuan berusia 101 tahun asal New York dijuluki sebagai nenek super karena berhasil selamat dari pandemi Flu Spanyol dan pandemi virus corona COVID-19.

Nenek super ini bernama Angelina Friedman, ia lahir pada 1918 dalam kapal penumpang yang membawa para imigran dari Italia menuju New York City. Kala itu merupakan masa pandemi Flu Spanyol.

 Pandemi virus corona

Sejatinya lahirnya Friedman bertepatan dengan pandemi Flu Spanyol yang menyerang seluruh dunia. Untungnya Friedman berhasil lolos dari infeksi virus mematikan tersebut.

World Health Organization (WHO) mencatat Flu Spanyol menginfeksi sekitar sepertiga dari populasi di dunia dan membuat sekitar 50 juta orang meninggal.

“Ibunya meninggal saat melahirkan Friedman di kapal, dan dia dirawat oleh dua saudara perempuannya yang juga berada di atas kapal,” terang Putri Friedman, Joanne Merola seperti dikutip dari Hawaii News Now, Rabu (29/4/2020).

Sepanjang hidupnya banyak mukjizat yang diterima oleh Friedman. Ia tidak hanya berhasil selamat dari Flu Spanyol, tetapi juga keguguran, kanker, sepsis dan belum lama ini selamat dari COVID-19.

Selain itu Friedman juga telah hidup lebih lama dibandingkan dengan suami dan 10 saudara kandungnya.

“Semua orang dalam keluarga itu hidup sampai setidaknya usia 95 tahun, kecuali satu paman. Ibu saya survive. Dia bukan manusia. Dia memiliki DNA manusia super,” terang Merola.

Friedman saat ini tinggal di Pusat Perawatan dan Pemulihan West Westchester di Lake Mohegan, New York. Ia sempat dibawa ke rumah sakit pada 21 Maret untuk menjalani prosedur medis minor dan dinyatakan terinfeksi COVID-19.

Lalu Friedman menghabiskan satu minggu di rumah sakit dan kembali ke panti jompo dan diisolasi di kamarnya. Setelah mengalami demam beberapa minggu, Friedman akhirnya kembali di tes COVID-19 pada 20 April 2020 dan hasilnya negatif. Ini menunjukkan Friedman survive dari serangan COVID-19.

Merola tidak dapat mengunjungi ibunya sejak Februari 2020 karena memiliki masalah punggung. Sementara Friedman yang hampir tuli membuat ibu dan anak ini tidak bisa berkomunikasi lewat telepon.

Untungnya para perawat terus memberikan informasi terbaru kepada Merola tentang kesembuhan sang ibu.

“Mereka bilang dia (Friedman) baik-baik saja. Dia bangun dan melakukan segalanya. Ia mencari wol untuk dirajut. Jika ibu saya bisa melihat ini, saya akan memberitahunya ‘Teruskan ma, Anda akan hidup lebih lama dari kita semua,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini