Hardiknas 2020, Terselip Hikmah Melek Gawai di Balik Pandemi

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Sabtu 02 Mei 2020 14:41 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 02 196 2208166 hardiknas-2020-terselip-hikmah-melek-gawai-di-balik-pandemi-MPBJWedzJs.jpg Ilustrasi. Foto: Indiatimes

Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2020 di tengah pandemi COVID-19 jadi momentum dunia pendidikan berevolusi. Tak ada tatap muka guru dengan murid, kelas dilakukan secara daring, pun interaksi komunasi semua dilakukan melalui gawai.

Hal yang mungkin sebelumnya sulit untuk direalisasikan di negeri ini, namun pandemi COVID-19 seperti memaksa semua orang melek gawai, bukan hanya pada muridnya, tetapi guru dan orangtua di rumah.

Kultur baru ini harusnya disadari semua orang sebagai 'tempat belajar' bukan dianggap masalah. Sebab, mau tidak mau manusia harus bisa berkembang sejalan dengan makin majunya teknologi.

Itulah yang menjadi catatan Pengamat Pendidikan Itje Chodidjah. Menurutnya, pandemi COVID-19 ini secara tidak langsung membawa guru, orangtua, dan murid ke kultur dunia digital. Mereka dipaksa untuk melek gawai.

Itje mengatakan, ini saat yang tepat untuk kita semua move on dan kemudian dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Ya, salah satunya dengan memanfaatkan digital divice untuk berbagai macam kebutuhan kehidupan, termasuk belajar.

"Secara tidak langsung, alam seperti sedang berbicara dengan manusia, mengharapkan manusia bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman," katanya pada Okezone melalui sambungan telepon, Jumat (1/5/2020).

Itje menilai dunia pendidikan merupakan bidang yang lambat dalam merespons perkembangan zaman, dalam hal ini dunia digital, dan baginya ini adalah saat yang sangat tepat menyesuaikan proses mendidik ke dalam dunia digital. "Pandemi ini seperti memberi hikmah luar biasa untuk dunia pendidikan, tidak hanya di Indonesia tetapi seluruh dunia," tuturnya.

Ya, hikmah yang dapat disadari ialah makin piawainya masyarakat dalam mengaplikasikan gawai. Kemudian, hikmah lain yang tak disadari adalah bergesernya pemikiran ponsel pintar, bukan hanya untuk bermain.

"Orangtua selalu mikirnya ketika anak pegang ponsel, dia sedang main. Padahal, bisa saja dia sedang belajar. Hal ini yang membuat beberapa anak menaruh perasaan tak suka dengan orangtuanya, karena mereka melarang tanpa tahu apa yang sebenarnya dikerjakan anak di gawainya," ucap Itje.

Karena itu, saran Itje, orangtua mesti ikut belajar dan momen pandemi ini waktu yang tepat memulainya. Bahkan, Itje menegaskan, orangtualah yang harusnya belajar. "Belajar untuk bisa menemani anak dalam proses belajarnya," sambungnya.

Selain itu, orangtua juga mesti belajar bagaimana melakukan pengontrolan atau memberi kendali pada penggunaan gawai. "Jangan lagi melarang tanpa tahu apa yang dikerjakan si anak. Orangtua mesti belajar bahwa gawai juga menjadi tempat anak-anak belajar karena memang ada fungsi edukasi di sana," tambahnya.

Jangan Berhenti, Lanjutkan!

Itje menaruh kepercayaan besar pada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim. Menurutnya, ia akan bisa membawa dunia digital ini ke dalam proses belajar mengajar di Indonesia.

Sebab, sekali lagi, mau tidak mau perkembangan teknologi akan semakin pesat dan manusia harus bisa mengimbanginya. Karena itu, Itje berharap proses belajar melalui digital seperti ini dilanjutkan.

"Orangtua dan tenaga pendidik harus melek teknologi. Jika masih ada daerah tertinggal, ya, menjadi tugas bersama untuk membuat daerah itu melek digital juga," kata Itje.

Dia menegaskan, ini masanya Indonesia mengenalkan gadget di dunia pendidikan. Setelah pandemi berakhir, jangan hentikan apa yang sudah dijalani sekarang ini. Namun, mesti dilakukan penataan ulang agar praktiknya jauh lebih efektif dan sistematis.

"Setelah pandemi berlalu, jangan lupa ditata ulang. Bagaimana yang sudah terpaksa diceburkan teknologi seperti ini dapat melanjutkan dengan lebih terstruktur, sistematis, dan target lebih jelas. Saya rasa Menteri Nadiem bisa aware dalam hal ini agar dunia pendidikan Indonesia di masa depan lebih baik," harap Itje.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini