Pulih dari COVID-19, Tung Desem Waringin: Wim Hof Method Percepat Penyembuhan

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Sabtu 02 Mei 2020 08:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 02 481 2208036 pulih-dari-covid-19-tung-desem-waringin-wim-hof-method-percepat-penyembuhan-nhb0p9B8zQ.jpg Tung Desem Waringin. Foto: tdwclub

Tung Desem Waringin menjadi salah satu pasien yang dinyatakan sembuh dari virus corona (COVID-19). Dia pun membagikan sejumlah kiat ampuh agar mampu bertahan dari paparan virus mematikan tersebut.

Secara eksklusif kepada Okezone.com, Tum mengatakan bahwa salah satu kunci kesembuhannya adalah menerapkan metode pernapasan Wim Hof atau Wim Hof Breathing.

Melansir situs resmi wimhofmethod, Wim Hof Breathing sendiri adalah teknik pernapasan khusus yang bertujuan menggali lebih banyak energi, mengurangi tingkat stres, dan membuat respons imun cepat bertambah yang berkaitan dengan patogen.

Tum mengaku pertama kali mengenal metode tersebut saat menjadi translator di suatu seminar pada 2018 silam.

"Saat itu saya dipercaya menjadi penerjemah di seminarnya Anthony Robbins. Sayangnya saya dalam kondisi kurang fit, suara saya serak, batuk-batuk, dan ada rasa sakit di tenggorokkan. Nah, selain Anthony, waktu itu Wim Hof juga jadi pembicara. Dari sinilah saya pertama kali berkenalan dengan metode pernapasannya," terangnya.

Tum menambahkan, sepulangnya dari seminar, kondisi kesehatannya ternyata masih belum membaik. Dia mengaku susah tidur karena batuk yang tak kunjung berhenti.

Akhirnya, Tum pun mencoba metode pernapasan Wim Hof yang baru saja dia pelajari. "Langsung saya praktikkan, dan besok paginya sudah baikan. Dahak yang keluar juga warna putih. Sejak saat itu saya mulai rutin melakukannya," ungkapnya.

Selama hampir dua tahun menjalani metode Wim Hof Breathing, Tum mengaku telah mendapat banyak manfaat kesehatan. Tubuhnya terasa jauh lebih prima dan fit, meski harus melakukan sejumlah aktivitas yang berat, termasuk melakukan perjalanan di negara-negara bersuhu dingin.

"Awal-awal agak semriwing-semriwing gitu di atas kepala, ternyata itu namanya banjir oksigen. Tapi yang jelas saya merasa feeling so good, benar-benar feeling good. Jauh lebih fit dan lebih segar," kata Tum.

Sampai pada akhirnya, Tum didiagnosa positif COVID-19 pada beberapa waktu lalu. Dia lagi-lagi mempraktikkan metode Wim Hof secara rutin, hasilnya ternyata sangat luar biasa.

Bahkan, pihak dokter dan perawat yang menangani Tum sampai kehabisan kata-kata saat memeriksa kondisinya.

"Kena corona (COVID-19) tanggal 18 Maret 2020, malamnya badan saya pegal linu, tetapi paginya segar lagi karena saya pakai metode Wim Hof. Saya juga tidak pernah batuk karena oksigennya masih tersuplai dengan baik," papar Tum.

Lebih lanjut dia menjelaskan, metode pernapasan Wim Hof sejatinya memang memaksimalkan oksigen memakai hyper ventilation. Artinya akan lebih banyak oksigen masuk yang telah disesuaikan dengan kadar karbondioksida.

Alhasil, selain tidak mengalami gejala batuk, Tum juga mampu mengontrol tubuhnya saat terkena serangan panik, kesulitan bernapas, hingga demam tinggi yang memaksanya mengenakan masker oksigen.

"Sempat dikasih masker oksigen karena demamnya luar biasa tinggi. Tetapi saya tetap melakukan pernapasan Wim Hid meski mengenakan masker oksigen. Ternyata pada saat diambil analisa gas darah melalui arteri saya, dokternya malah heran," ungkap Tum.

"Mereka bilang saya ini pengecualian dari pasien-pasien COVID-19 yang lain. Kebanyakan di antara mereka kadar oksigennya rendah. Padahal kadar normal oksigen itu antara 80-108. Sedangkan saya 158. Mereka tanya saya pakai apa? Saya mengaku menjalani metode pernapasan Wim Hof," tutur Tung Desem Waringin

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini