Peringati Hari Pendidikan Nasional di Tengah Pandemi COVID-19, Ini Pesan Nadiem Makarim

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Minggu 03 Mei 2020 08:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 03 196 2208365 rayakan-hari-pendidikan-nasional-di-tengah-pandemi-covid-19-ini-pesan-nadiem-makarim-2oWbqDfcSJ.jpg Mendikbud Nadiem Makarim (Foto : BNPB Indonesia/Youtube)

Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada Sabtu 2 Mei 2020, memiliki perbedaan dari tahun-tahun sebelumnya. Masyarakat Indonesia dihadapkan dalam situasi pandemi virus corona COVID-19 yang mengganggu aktivitas belajar mengajar pada umumnya.

Walaupun demikian, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim mengajak masyarakat Indonesia untuk untuk mengambil hikmah dan pembelajaran dari pandemi COVID-19 yang telah menelan begitu banyak korban jiwa.

“Dari krisis COVID-19 ini, kita dapat banyak sekali hikmah dan pembelajaran yang bisa diterapkan saat kondisi krisis dan setelahnya pun,” terang Nadiem, dalam siaran langsung di Graha BNPB, Sabtu (2/5/2020).

Nadiem Makarim

Nadiem menyebut tiga hal positif yang bisa diambil oleh masyarakat, terutama dalam hal kemajuan pendidikan di Indonesia.

1. Untuk pertama kalinya, guru-guru melakukan pembelajaran lewat online. Menggunakan tool-tool baru dan menyadari bahwa sebenarnya pembelajaran bisa terjadi di mana pun.

2. Orangtua untuk pertama kalinya menyadari betapa sulitnya tugas guru, betapa sulitnya tantangan untuk bisa mengajar anak secara efektif dan menimbulkan empati kepada guru-guru yang tadinya mungkin belum ada.

3. Guru, siswa, dan orangtua juga sekarang menyadari bahwa pendidikan itu bukan hanya suatu hal yang bisa dilakukan di sekolah.

Nadiem menjelaskan jika guru, siswa, dan orangtua tidak berkolaborasi dengan baik, maka pendidikan yang efektif tidak akan mungkin bisa terjadi. Menteri berusia 35 tahun tersebut melanjutkan pandemi COVID-19 di Indonesia pun telah memberikan banyak pelajaran bagi manusia.

“Kita sebagai masyarakat juga belajar mengenai betapa pentingnya kesehatan, betapa pentingnya kebersihan dan betapa pentingnya norma-norma kemanusiaan di dalam masyarakat kita,” lanjutnya.

Nadiem berharap timbulnya empati dan solidaritas di masyarakat pada saat pandemi COVID-19 dapat menjadi pembelajaran bisa dikembangkan di masa depan. Bukan hanya di masa krisis ini, melainkan pada saat pandemi ini sudah berlalu.

“Belajar memang tidak selalu mudah, tapi ini saatnya berinovasi, ini saatnya berkesperimentasi, saatnya mendengar hati nurani kita dan belajar dari COVID-19. Agar kita menjadi masyarakat dan bangsa yang lebih baik di masa depan,” tuntasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini