The World of Married Viral, Kenapa Seseorang Selingkuh Meski Keluarganya Terlihat Bahagia?

Minggu 03 Mei 2020 12:12 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 03 196 2208424 the-world-of-married-viral-kenapa-seseorang-selingkuh-meski-keluarganya-terlihat-bahagia-vSSMwW8J5g.jpg Serial The World of Married (Foto : Soompi)

Faktor genetik

Tak hanya lewat fisik saja, rupanya faktor genetik juga berpengaruh pada perselingkuhan. Seperti diterangkan studi dari University of Queensland yang diterbitkan dalam jurnal Evolution and Human Behavior, ditemukan bahwa perselingkuhan umumnya terjadi pada orang-orang yang memiliki tipe gen oksitosin dan reseptor vasopresin.

Vasopresin adalah hormon yang berkaitan dengan perilaku sosial, termasuk kepercayaan, empati dan ikatan seksual. Diduga, orang yang berselingkuh memiliki kadar vasopresin yang tinggi. Menurut laman New York Times, orang dengan varian gen reseptor vasopresin cenderung terlibat dalam perselingkuhan.

Ketergantungan ekonomi pada pasangan

Masalah ekonomi juga menjadi penentu seseorang melakukan perselingkuhan. Menurut studi yang dipublikasikan American Sociological Review menunjukkan bahwa seseorang yang bergantung secara ekonomi pada pasangannya memiliki kecenderungan untuk tidak setia.

Studi yang dilakukan pada tahun 2015 ini mengambil 2.800 responden berusia 18-32 tahun, seperti menyadur dari laman Business Insider Singapore.

Hasil yang didapat, persentase angka selingkuh lebih besar pada laki-laki, yakni sekitar 15 persen. Sementara, perempuan hanya sekitar 5 persennya saja.

Perselingkuhan

Kehidupan percintaan yang membosankan

Karena menjalani kehidupan rumah tangga yang monoton dan membosankan, membuat sebagian orang berselingkuh. Chrisianna Northrup, Pepper Schwartz, dan James Witte melakukan survei dan dimuat dalam buku berjudul The Normal Bar mereka menemukan bahwa sebanyak 70 persen pria dan 49 persen wanita memutuskan untuk berselingkuh karena alasan kurangnya emosi, hilangnya romansa serta kehidupan percintaan yang membosankan.

Terlalu sering bermain media sosial

Hubungan virtual di dunia maya dapat menyebabkan argumen bagi pasangan di dunia nyata, hal ini akan menjadi faktor dikemudian hari mengapa seseorang memutuskan untuk berselingkuh.

Penelitian berjudul The Third Wheel: The Impact of Twitter Use on Relationship Infidelity and Divorce mengatakan bahwa ketika salah seorang dari pasangan sering mencurahkan waktunya ke media sosial seperti Twitter maka risiko perselingkuhan akan meningkat.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini