Viral Tukang Cukur Pakai APD Layani Pelanggan Saat Wabah Corona

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Minggu 03 Mei 2020 02:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 03 612 2208321 viral-tukang-cukur-pakai-apd-layani-pelanggan-saat-wabah-corona-9bPSqWGhgx.jpg

Herman Maulana Syah, seorang tukang cukur asal Kecamatan Ciawi, Kabupaten, Bogor, Jawa Barat punya cara yang unik untuk melayani pelanggannya di tengah pandemi corona (COVID-19). Aksinya pun viral di media sosial.

Ya, demi mencegah penularan virus corona, Herman berinisiatif mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) hasil kreasinya sendiri. Kepada Okezone, Herman mengakui mulai mengenakan APD tersebut sejak pandemi corona booming di Indonesia, tepatnya pada 24 Maret lalu.

"Saya mulai pakai sejak 24 Maret, pas lagi booming-boomingnya COVID-19. Kala itu, tiba-tiba tempat usaha saya gak ada yang datang satu harian penuh," kata Herman saat dihubungi Okezone via sambungan telepon.

Viral Tukang cukur corona

Setelah mencari tahu permasalahannya, ide menggunakan Alat Pelindung Diri pun akhirnya dia cetuskan. Mengingat ide tersebut datang secara tiba-tiba, Herman mengatakan bahan-bahan yang dia gunakan untuk membuat APD juga seadanya.

Cukur corona di Bogor

"Jadi keesokan harinya, saya mulai bikin APD hanya menggunakan plastik polybag dan lakban. Tapi ternyata masih banyak kurangnya dan tidak nyaman. Malam hari saya modifikasi lagi menggunakan lilin sebagai perekat, jadi sekilas mirip Hazmat yang dikenakan para petugas kesehatan," tambahnya.

Selain mengenakan APD, Herman juga melengkapi dirinya dengan sejumlah alat pendukung seperti sarung tangan, masker kain, penutup wajah, respirator, dan google (pelindung mata).

tuakng cukur pakai APD

Kendati demikian, Herman tidak menampik bahwa kombinasi alat-alat tersebut juga menjadi tantangan tersendiri baginya.

"Kendalanya panas banget, waduh ya Allah udah kayak sauna, baju dan celana sampai basah semua. Karena saya pakainya seharian. Setelah pulang ke rumah baru dicuci dan direndam pakai disinfektan. Saya menyiapkan 4 APD untuk persedian sehari-hari," ungkap pemilik Chemot Barbershop itu.

"Tapi Alhamdulillah, respons pelanggan positif banget. Gak ada yang merasa risih dan mereka jadi lebih nyaman," timpalnya.

Namun tak dapat dipungkiri, dampak COVID-19 juga sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan usahanya. Herman mengaku terjadi penurunan omzet yang sangat signifikan sejak virus corona melanda.

APD buat tukang cukur

Sebelumnya, dalam sehari dia bisa mendapatkan pemasukan sekira Rp250 ribu - Rp300 ribu. Saat ini, Herman hanya mampu mendapat pemasukan antara Rp50 ribu - Rp90 ribu per hari.

"Pemasukkan sudah pasti menurun drastis. Sekarang saja buat kebutuhan rumah tangga masih sangat kurang. Jadi untuk tambahan, saya juga jualan kopi di toko," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini