Di Tengah Pandemi Corona, Dokter Berusia Hampir Seabad Ini Terus Mengurus Pasiennya

Minggu 03 Mei 2020 16:23 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 03 612 2208532 di-tengah-pandemi-corona-dokter-berusia-hampir-seabad-ini-terus-mengurus-pasiennya-GL32VXbKj7.jpg Dokter Chenay (Foto: BBC)

Di tengah pandemi virus corona banyak dokter dan perawat yang berjuang mati-matian untuk menyelamatkan para pasien. Rupanya seorang dokter berusia 98 tahun di Prancis pun memutuskan untuk terus bekerja.

Ini merupakan semangat yang luar biasa dari seseorang yang berusia hampir seabad. Dr. Christian Chenay terus bekerja dalam lingkungan berisiko tinggi, terutama bagi orang dengan usia seperti dirinya di tengah pandemi virus corona.

 Pandemi virus corona

Pria yang dijuluki dokter tertua di Prancis ini masih melakukan kunjungan rutin mingguan ke rumah jompo untuk menyediakan layanan kesehatan.

Ia mengatakan, keputusannya untuk terus bekerja disebabkan kurangnya jumlah dokter keluarga di Prancis.

Prancis merupakan salah satu negara paling terdampak penyebaran virus corona di Eropa dengan jumlah kematian lebih dari 23.000 jiwa dan angka infeksi terkonfirmasi lebih dari 129.000 orang.

Seperti banyak negara lain di dunia, sistem kesehatan di Prancis juga mengalami tekanan akibat banyaknya pasien yang harus dirawat, termasuk di unit perawatan intensif.

Seperti dilansir dari BBC, Minggu (3/5/2020), Dr. Chenay masih merawat pasien di tengah-tengah kebijakan pembatasan gerak di Prancis.

“Semua orang ketakutan. Saya selalu berhati-hati. Istri saya khawatir saya membawa pulang virus ke rumah, dan itu ada benarnya," ujarnya.

Ia telah menutup tempat praktiknya sejak pemberlakuan karantina di Prancis. Namun ia masih membuka konsultasi virtual dengan pasien dan seminggu sekali mengunjungi rumah perawatan orang tua atau rumah jompo.

“Saya tak bisa mengabaikan mereka di tengah pandemi seperti ini. Mereka tak bisa mengurus diri sendiri," ujar Dr. Chenay.

Rumah jompo merupakan tempat yang sangat rentan di tengah-tengah pandemi, tetapi Dr Chenay masih tetap bekerja di sana.

“Kami sangat beruntung. Tidak ada kasus positif Covid-19 di rumah-rumah perawatan bagi orang tua,” katanya.

“Jika ada kasus positif terinfeksi corona, ini akan jadi bencana. Kita tak mau kan, 20 dari 60 orang yang ada di sana meninggal dunia?”

Ketika ditanya apakah dirinya akan berhenti bekerja, Dr Chenay menjawab, “Umur saya hampir 99 tahun dan saya harus mengurangi secara drastis kegiatan saya karena banyak sebab. Kerja saya lambat ketimbang sebelumnya, dan saya harus berhati-hati.”

Prancis merupakan salah satu negara dengan tingkat kematian Covid-19 tertinggi di Eropa, bersama dengan Inggris, Italia dan Spanyol.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini