Pasien Sembuh COVID-19 Kini 1.954 Orang, Jakarta Terbanyak

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Senin 04 Mei 2020 16:54 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 04 481 2209009 pasien-sembuh-covid-19-kini-1-954-orang-jakarta-terbanyak-QILJTRx8Wd.jpg Jubir Pemerintah dalam Penanganan Covid-19 (Foto : BNPB Indonesia/Youtube)

Juru Bicara Pemerintah Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto mengatakan bahwa jumlah pasien positif corona yang sembuh di Indonesia semakin meningkat setiap harinya.

Kabar gembira ini dia sampaikan saat memberikan update terkini seputar pandemi COVID-19 dalam konferensi pers di Gedung BNPB, Senin (4/5/2020).

Yuri menjelaskan, DKI Jakarta yang selama ini dikategorikan sebagai zona merah penyebaran virus corona, memiliki jumlah pasien sembuh terbanyak dibandingkan provinsi-provinsi lainnya.

"Sekarang pasien sembuh paling banyak berada di Jakarta dengan total 632 orang yang sembuh. Diikuti Sulawesi Selatan sebanyak 199 orang, Jawa Timur 178 orang, Jawa Barat 159 orang, Bali 159 orang, sehingga total keseluruhan pasien sembuh saat ini mencapai 1.954 orang," ujarnya.

Jubir Pemerintah dalam Penanganan Covid-19

Kendati demikian, Yuri menambahkan, pemerintah masih akan tetap melakukan berbagai upaya demi memutus mata rantai penularan COVID-19. Namun untuk saat ini, pemerintah dilaporkan tengah memastikan arus logistik dapat didistribusikan secara lancar ke seluruh provinsi Indonesia.

"Kita tengah memastikan arus logistik dari pusat sampai daerah, dan sentra produksi sampai masyarakat harus berjalan dengan baik. Ini penting untuk memastikan kebutuhan dasar terpenuhi," ungkap Yuri.

Dia juga mengimbau masyarakat agar tetap berpartisipasi secara aktif mengikuti kebijakan-kebijakan yang telah dikeluarkan pemerintah, termasuk larangan Mudik Lebaran 2020.

Masyarakat juga diminta untuk tidak memberikan stigma negatif kepada para pasien COVID-19 yang telah sembuh, atau mendiskriminasi para tenaga kesehatan yang menjadi garda terdepan dalam menangani pandemi corona ini.

"Yang ingin saya ingatkan, penyakit ini tidak lagi mengenal batas usia, golongan, pekerjaan, semuanya berisiko untuk tertular. Maka mari kita harus menjadi satu bagian yang utuh karena pandemi corona adalah masalah dunia bukan satu atau dua negara, satu atau dua provinsi, satu atau dua kabupaten. Ini masalah bersama, oleh karena itu mutlak untuk kita pahami," tegas Yuri.

"Jangan ada keyakinan kita aman karena tidak ada orang yang positif di daerahnya, atau merasa tidak aman karena berada di zona merah. Semua memiliki kemungkinan yang sama," tandasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini