Belajar dari Kasus Didi Kempot, Dokter Ingatkan Pentingnya Checkup

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 06 Mei 2020 11:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 06 481 2209919 belajar-dari-kasus-didi-kempot-dokter-ingatkan-pentingnya-checkup-WNSwJjdZyX.jpg Didi Kempot. (Foto: Okezone)

MENINGGALNYA Didi Kempot masih menyisakan duka mendalam bagi bangsa Indonesia. Sang maestro campursari itu menjadi sejarah membanggakan Indonesia, khususnya untuk para Sobat Ambyar yang setia menemaninya hingga akhir hayat.

Didi Kempot dikabarkan meninggal dunia diduga akibat henti jantung. Kematian mendadak yang bisa menjadi pelajaran untuk semua orang. Itu kenapa, Praktisi Kesehatan dr Ari Fahrial Syam, mengingatkan pentingnya checkup.

didi

Terlebih, sebelum menghembuskan napas terakhirnya, Didi Kempot dikabarkan sangat sibuk. "Ini artinya kelelahan mencetuskan terjadinya berbagai sebab kematian mendadak, begitu juga yang dialami Didi Kempot," kata dr Ari pada Okezone melalui pesan singkat, Rabu (6/5/2020).

Ia melanjutkan, apalagi almarhum diketahui sangat sibuk menjelang kematiannya. Artinya kelelahan mencetuskan terjadi berbagai sebab kematian mendadak, termasuk menyebabkan serangan jantung seperti yang dialami sang Godfather of Broken Heart.

Sementara itu, Dokter Ari menerangkan, serangan jantung atau stroke merupakan penyebab utama kematian mendadak karena sakit. Sesak napas tanpa atau disertai nyeri dada yang berhubungan dengan aktivitas, misalnya setelah naik tangga atau berjalan jauh terasa sesak, harus diduga sebagai gangguan pada jantung.

"Ini hikmah pertama yang harus menjadi pelajaran buat kita semua," kata dr Ari.

Keluhan yang baru muncul ketika umur sudah di atas 40 tahun merupakan suatu tanda ada yang tidak beres di dalam tubuh yang perlu dievaluasi sesegera mungkin. Lebih lanjut, bagi orang yang memang tidak ada risiko sakit jantung, mereka dianjurkan untuk checkup setelah berusia di atas 40 tahun.

"Bahkan, checkup harus dilakukan lebih awal jika kita mempunyai faktor risiko sakit jantung. Dengan checkup, kita bisa mendeteksi adanya penyakit atau gangguan kesehatan yang memang hanya bisa ditemukan melalui check up," terang dr Ari.

Bicara mengenai kematian mendadak, dr Ari menerangkan, sebetulnya tidak ada proses penyakit yang terjadi tiba-tiba tetapi manifestasi klinisnya bisa tiba-tiba.

Hanya masalahnya, sambung dr Ari, gangguan kesehatan harus diidentifikasi dengan pemeriksaan, sehingga checkup merupakan hal penting yang harus rutin dilakukan agar Anda tidak terkejut bila ada kematian mendadak yang terjadi di sekitar Anda.

"Sebenarnya, apa pun gangguannya, termasuk juga gangguan pencernaaan seperti nyeri ulu hati atau kembung (begah) yang baru dirasakan ketika umur di atas 40 tahun, juga merupakan keluhan yang harus segera dievaluasi," tambahnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini