Konsultasi Medis via Online Terbukti Kurangi Risiko Persebaran COVID-19

Dewi Kania, Jurnalis · Rabu 06 Mei 2020 12:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 06 481 2209965 konsultasi-medis-via-online-terbukti-kurangi-risiko-persebaran-covid-19-qv8bKBf8db.jpg Ilustrasi. (Freepik)

SELAMA pandemi virus corona, jika ada masyarakat yang sakit selain mengalami gejala COVID-19 diminta untuk memanfaatkan layanan telemedicine. Hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko penularan penyakit di rumah sakit.

Juru Bicara Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto mengatakan, setiap fasilitas kesehatan diminta untuk membuka layanan telemedicine atau konsultasi via online. Langkah ini juga lebih efektif, serta menjamin kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dapat dijalankan secara efektif.

telemedicine

"Konsultasi medis via online atau telemedicine ini kan mampu mengurangi kunjungan rumah sakit, sehingga kemudian bisa mengurangi risiko terjadinya penularan," ungkap Yuri, beberapa waktu lalu.

Dia menambahkan, sejauh ini sudah lebih dari 300 pasien telah memanfaatkan telemedicine. Meskipun konsultasi secara online bukan berarti dokter memberikan solusi atau obat yang sembarangan untuk pasien sakit.

Diakui Wakil Direktur Utama Siloam Hospitals Caroline Riady, telemedicine sangat penting agar pasien tetap dapat pelayanan terbaik, khususnya pada pasien kronis. Banyak pasien dengan diabetes, jantung, dan hipertensi, yang akan menjadi masalah lebih besar jika tidak dimonitor dan diobati secara rutin.

"Dalam penanganan penyakit kronis, jangan sampai pengobatan pasien terputus karena PSBB," kata Caroline lewat keterangan resmi yang diterima Okezone.

Saat menggunakan telemedicine, pasien dapat konsultasi virtual dengan dokter umum maupun spesialis. Pasien dapat melakukan video call langsung dengan dokter yang sudah biasa menangani pasien dan tahu riwayat penyakit pasien.

"Pasien biasanya akan konsultasi dengan dokter selama kurang lebih 20 menit sesuai jam dan jadwal praktik dokter," katanya.

Kemudian hasil konsultasi online pun akan dicatat di rekam medis rumah sakit pasien. Hal tersebut penting untuk memastikan kesinambungan terapi dan pengobatan yang dijalani oleh pasien.

Jika ada obat yang perlu diresepkan untuk pasien, dokter juga akan memberikan. Selanjutnya, tim farmasi rumah sakit akan menghubungi pasien untuk konfirmasi pengiriman obat tersebut sesuai prosedurnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini