15 Anak Dirawat karena Peradangan Misterius, Terkait COVID-19?

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 06 Mei 2020 17:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 06 481 2210135 15-anak-dirawat-karena-peradangan-misterius-terkait-covid-19-bClTgj20I4.jpg Ilustrasi (Foto : Yahoo)

Sejauh ini laporan kasus positif COVID-19 pada anak-anak memang masih relatif kecil. Tapi bukan berarti kita menjadi abai bahwa penyakit COVID-19 tidak menjadi bahaya yang mengancam bagi anak-anak.

Contohnya kasus yang baru saja terjadi di New York satu ini, telah dilaporkan belasan anak mendadak harus dirawat di rumah sakit karena mengalami sakit misterius.

Seperti dilapor Buzzfeednews, Rabu (6/5/2020) sebanyak 15 orang anak di New York dirawat di rumah sakit dengan sakit radang atau inflamasi misterius, yang mana disebutkan oleh otoritas kesehatan setempat kemungkinan masih berhubungan dengan COVID-19.

Melihat situasi ini, maka Departemen Kesehatan Kota New York segera mengeluarkan peringatan tentang "sindrom inflamasi multi-sistem pediatrik" yang diamati terjadi pada beberapa anak dan dewasa muda di New York.

Otoritas kesehatan New York mengatakan, sejauh ini mereka masih belum bisa mengetahui spektrum penuh penyakit yang dialami oleh 15 anak tersebut. 15 anak-anak tersebut sendiri diketahui menunjukkan gejala yang terkait dengan sindrom penyakit Kawasaki, yakni penyakit anak yang jarang terjadi, penyakit yang menyebabkan peradangan pada pembuluh darah.

Anak Sakit

Kelima belas anak-anak yang dirawat di rumah sakit itu, terdiri dari berbagai rentang usia. Berusia dari paling muda, dua tahun hingga yang paling besar, 15 tahun. Lima belas pasien anak-anak tersebut dirawat unit perawatan intensif anak pada 17 April dan 1 Mei 2020 lalu, dengan mengalami gejala seperti demam, ruam, sakit perut, muntah, atau diare. Sedangkan, menurut Departemen Kesehatan setempat, gejala pernapasan dilaporkan dialami kurang dari setengah dari pasien.

Kemudian setelah menjalani tes COVID-19, empat anak dinyatakan positif COVID-19, sementara 11 anak lainnya dinyatakan negatif. Tes antibodi berikutnya muncul hasil positif di enam dari kasus negatif. Disebutkan lebih lanjut oleh pihak otoritas kesehatan, lima orang pasien anak tersebut memerlukan ventilasi mekanik sementara lebih dari setengahnya tekanan darahnya harus didukung.

Terkait kasus sakit misterius yang terjadi pada belasan anak ini, Komisaris Kesehatan New York, Dr. Oxiris Barbot mengimbau meski belum bisa dinyatakan terkait seluruhnya dengan COVID-19, tapi ia menyarankan untuk segera ke rumah sakit jika sudah mengalami gejala yang dipaparkan oleh pihak rumah sakit.

“Meskipun hubungan sindrom ini dengan COVID-19 belum didefinisikan dan tidak semua kasus ini dinyatakan positif COVID-19 melalui tes DNA atau serologi, sifat klinis dari virus ini adalah demikian. Jadi kami meminta semua penyedia untuk segera menghubungi kami jika melihat pasien yang memenuhi kriteria yang telah kami sebutkan, ”bunyi pernyataan Dr. Oxiris Barbot.

Dr. Oxiris menambahkan, Departemen Kesehatan Kota New York telah mengeluarkan peringatan terkait sindrom baru pada anak-anak ini. Dengan ini, anak-anak bisa didiagnosa dan dirawat lebih awal untuk menghindari komplikasi jangka panjang. Dokter Oxiris mengingatkan pada orang tua untuk segera membawa anak mereka periksa ke dokter jika sudah muncul gejala.

“Kepada orang tua, jika anak Anda memiliki gejala seperti demam, ruam, sakit perut atau muntah, segera hubungi dokter Anda," tambahnya.

Menariknya, hal serupa juga baru-baru ini dilaporkan pula oleh otoritas kesehatan di Inggris. Diketahui pada Maret lalu otoritas kesehatan di Inggris mengeluarkan peringatan serupa, menyoroti adanya peningkatan kecil dalam jumlah kasus anak-anak yang sakit kritis dengan gambaran klinis yang tidak biasa.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini