Dokter Reisa Berbagi Tips agar Berpuasa Tak Gampang Sakit saat Pandemi

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 06 Mei 2020 19:40 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 06 481 2210254 dokter-reisa-berbagi-tips-agar-berpuasa-tak-gampang-sakit-saat-pandemi-k5rQfHAiXo.jpg Dokter Reisa Broto Asmoro (Foto : @reisabrotoasmoro/Instagram)

Bulan suci Ramadhan tahun ini dijalani oleh umat Muslim di seluruh dunia, termasuk Indonesia dengan nuansa sangat berbeda.

Ya, karena tahun ini bulan suci Ramadhan dijalani umat Muslim di tengah situasi krisis, karena pandemi virus corona COVID-19. Menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh, di saat pandemi tentu tantangannya menjadi dobel.

Kita semua harus sangat pintar menjaga kesehatan tubuh dan imunitas, bukan hanya agar bisa tetap berpuasa dengan lancar tapi juga agar tidak terinfeksi COVID-19.

Salah satu hal yang wajib dilakukan agar tetap sehat menjalani puasa di tengah pandemi, seperti dikatakan oleh dr. Reisa Broto Asmoro adalah menjaga pola makan. Menjaga pola makan saat berpuasa artinya, memperhatikan betul apa yang dikonsumsi saat santap sahur dan saat berbuka puasa.

“Biar tetap sehat dan puasanya kuat, konsumsi karbohidratnya diganti dengan karbohidrat kompleks. Tujuannya biar enggak cepat lapar, karena energinya dilepas perlahan-lahan. Banyak makan serat juga, perut kenyang lebih lama. Selain itu, serat ini membantu preobiotik (kuman baik) yang jadi tentara tubuh kita bisa hidup jadi kita enggak cepat sakit di tengah pandemi saat ini,” jelas dokter Reisa dalam acara “ Inspiring Ramadan Fresh and Healthy Bersama CIMB Niaga Syariah” lewat tayangan Instagram Live Okezone, Rabu (6/5/2020).

dokter reisa

Dalam kesempatan yang sama, dokter yang aktif menjadi presenter televisi tersebut juga membocorkan beberapa jenis makanan dan minuman yang sebaiknya tidak dikonsumsi. Baik itu saat makan sahur ataupun berbuka puasa.

Pertama ketika berbuka puasa, yang harus dihindari adalah porsi makanan yang berlebihan. Makan secukupnya, agar lambung tidak kaget. Secara spesifik, dokter Reisa menyebutkan saat berbuka puasa, hindari mengonsumsi gula, garam, dan lemak berlebihan.

“Hindari mengonsumsi gula, garam, dan lemak berlebihan. Gula itu sehari cukup empat sendok makan, garam satu sendok teh, dan lemak lima sendok makan saja. Pas sahur dan berbuka usahakan jangan minum, minuman yang tipenya bisa memicu tubuh mengeluarkan cairan lebih banyak. Contohnya kopi, teh, dan cokelat karena kan ada kafeinnya,” imbuhnya.

Selain jenis makanan, cara pengolahan masakan pun harus diperhatikan loh! Supaya tetap sehat dan tidak mudah sakit menjalankan ibadah puasa di tengah pandemi, alih-alih cara cepat dengan cara digoreng, dokter Reisa menyarankan bahan masakan bisa diolah menjadi makanan yang lebih sehat dengan cara memasak seperti dikukus, direbus hingga dipanggang agar makanan yang disantap tidak terlalu banyak mengandung lemak jenuh

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini