Cara Tak Lazim Pemudik Kelabui Petugas

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 06 Mei 2020 18:56 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 06 612 2210242 cara-tak-lazim-pemudik-kelabui-petugas-Po9lXTPahW.jpg Aksi pemudik kelabui petugas (Foto : korlantas.porlii.go.id)

Keinginan masyarakat untuk kembali ke kampung halaman selama pandemi virus corona COVID-19 masih sangat tinggi. Bahkan mereka nekat melakukan berbagai cara untuk mengelabui para petugas yang berjaga.

Sebelumnya pemerintah telah mengeluarkan peraturan dilarang mudik dalam upaya menekan penyebaran COVID-19 ke daerah baru. Pemerintah juga telah bekerjasama dengan POLRI untuk mengawasi setiap jalur yang akan dilewati para pemudik.

Karo Penmas Divisi Humas POLRI, Brigjen Pol. Argo Yuwono mengatakan pihaknya telah menggelar Operasi Ketupat untuk menangkap para pemudik yang nakal. Pelaksanaan Operasi Ketupat ini digelar sejak 24 April 2020 hingga H+7 setelah Lebaran.

“Berdasarkan catatan sampai dengan hari kesembilan yakni 2 Mei 2020, ada 23.405 kendaraan yang diminta kembali karena terindikasi akan melaksanakan mudik. Kendaraan tersebut terdiri dari pribadi, umum dan kendaraan roda dua,” terang Brigjen Argo dalam siaran langsung di Graha BNPB, Rabu (6/5/2020).

pemudik

Selain itu, pihak kepolisian juga telah menemukan beberapa modus unik yang digunakan oleh para pemudik nakal untuk dapat kembali ke kampung halamannya. Banyak pemudik bersembunyi di tempat yang tidak lazim, dalam upaya untuk mengelabui para petugas.

“Petugas juga menemukan modus baru dengan berusaha mengelabui. Ada yang akhirnya lolos ke daerah mereka melalui jalur arteri dan jalan tikus. Ada pula kendaraan truck yang dimodifikasi untuk mengangkut orang. Ada pula yang tidak disangka. Ada yang masuk ke tempat molen juga ke bagasi serta sebagainya,” lanjutnya.

pemudik

Brigjen Argo mengatakan industri travel juga ikut melakukan pelanggaran dengan membawa penumpang saat PSBB. Saat ini Polda Metro Jaya telah mengamankan 15 travel ilegal dengan 15 pengemudi dan total penumpang ada 113 orang. Semuanya telah diperiksa dan sanksinya kembali ke rumah masing-masing.

“Sementara pengemudi travel ini dikenakan pasal 308 undang-undang lalu lintas jalan raya dengan ancaman kurungan dua bulan penjara dan denda Rp500 ribu,” tuntasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini