Catat, Henti Jantung Tak Selalu Mematikan

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 07 Mei 2020 12:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 07 481 2210478 catat-henti-jantung-tak-selalu-mematikan-pYLBbI2mhN.jpg Ilustrasi. (Foto: Clevelandclinic)

Jadi, kondisi pasien mengalami henti jantung diawali dari kematian otot-otot jantung. "Setiap 4 menit bagian-bagian otot jantung akan mengalami kematian," sambungnya.

Semakin lama penanganan seseorang yang mengalami henti jantung, maka akan semakin banyak otot jantung yang mengalami kematian. Jika seseorang mengalami henti jantung namun tidak dilakukan tindakan medis, sambung dr Ivan, maka orang tersebut dapat mengalami kematian.

Lebih lanjut, dr Ivan menerangkan, henti jantung dapat dibuktikan dengan tidak terabanya nadi karotis. Ini dapat dicek irama jantungnya melalui Elektokardiogram (EKG).

Terdapat dua kondisi irama jantung yang terlihat dari hasil EKG, pertama kondisi irama asistol berupa aris datar atau dengan kata lain irama jantungnya datar (tidak berirama) dan irama pulseless electrial activity (PEA). Kondisi kedua ialah kondisi irama seperti garis berbentuk menyerupai rumput (ventrikular takikardi atau fibrilasi).

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini