5 Jurus BKKBN Cegah Ledakan Penduduk Pasca-Pandemi COVID-19

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 07 Mei 2020 13:23 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 07 612 2210532 5-jurus-bkkbn-cegah-ledakan-penduduk-pasca-pandemi-covid-19-DvxXbTFKpe.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

ADANYA Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) membuat Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengkhawatirkan adanya lonjakan penduduk setelah pandemi ini berakhir.

Pasalnya, Pandemi virus corona COVID-10 Maret 2020 mempengaruhi berbagai aspek tak terkecuali pada pelayanan Program Keluarga Berencana.

Dengan turunnya para peserta KB tersebut, maka ada potensi terjadi baby boom di masa yang akan datang. Hal ini bukan tanpa alasan, pasalnya banyak para akseptor KB yang merasa takut ketika hendak mengakses pelayanan KB di masa pandemi COVID-19 ini.

Kepala BKKBN dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) mengatakan, selama ini pelayanannya BKKBN adalah dengan Baksos, sosialisasi oleh Penyuluh Keluarga Berencana, dan juga kader-kader.

"Jadi sangat full kontak atau people to people contact atau person to person. Sehingga ketika ada physical distancing atau social distancing maka jelas akan menurun pelayanan itu,” jelasnya seperti dilansir dari situs BKKBN.

Oleh karena itu, berbagai kebijakan dilakukan BKKBN untuk terus menggenjot peningkatan kesertaan ber-KB tersebut, demi mengantisipasi terjadinya baby boom di masa yang akan datang,

Menurut Hasto, terdapat 5 kebijakan yang BKKBN lakukan selama pandemi COVID-19 yaitu:

1. BKKBN, baik Pusat dan Provinsi, maupun DPPAPP DKI Jakarta akan berkoordinasi dengan OPD Bidang Dalduk dan KB Kabupaten/Kota dalam melakukan pembinaan kesertaan ber-KB dan pencegahan putus pakai melalui berbagai media terutama media daring,

2. Penyuluh KB (PKB)/Petugas Lapangan KB (PLKB) bekerja sama dengan Kader Institusi Masyarakat Pedesaan melakukan analisis dari (R/1/PUS) untuk mengetahui jumlah dan persebaran PUS yang memerlukan pelayanan suntik KB, Pil KB, IUD dan Implan,

3. PKB/PLKB dapat mendistribusikan kontrasepsi ulangan pil dan kondom dibawah supervisi puskesmas/dokter/bidan setempat,

4. PKB/PLKB melakukan koordinasi dengan faskes terdekat serta PMB dalam rangka persiapan dan pelaksanaan kegiatan pelayanan KB, serta pembinaan kesertaan ber-KB termasuk KIE dan Konseling menggunakan media daring dan medsos atau kunjungan langsung dengan memperhatikan jarak ideal, dan

5. Mengajak PMB (BIDAN) berperan sebagai pengawas dan pembina dalam hal distribusi alokon yang dilakukan oleh PKB/PLKB.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini