Generasi Milenial Sulit Kelola Uang? Begini Cara Atasinya

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 08 Mei 2020 15:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 08 196 2210974 generasi-milenial-sulit-kelola-uang-begini-cara-atasinya-irHH2cN4WL.jpg Ilustrasi (Foto : Budgetsavvydiva)

Sebagian anak milenial terkenal akan gaya hidupnya yang konsumtif. Oleh sebab itu banyak dari mereka yang merasa kesulitan untuk mengelola uang yang dimilikinya.

Financial Planner dan CEO Zapfinance, Prita Ghozie, mengatakan ada beberapa cara yang bisa dilakukan oleh para generasi milenial untuk mengelola keuangannya. Caranya dengan memposisikan status dan kondisi dengan penghasilan yang dimiliki.

“Kalau milenial itu rata-rata sudah masuk ke dunia kerja. Caranya simple aja, bedakan lajang atau sudah menikah. Jika masih lajang, maka semua dunia milik anda. Jika bilang tidak bisa investasi, maka ada yang salah dalam mengelola keuangan,” ungkap live streaming Financial Planner Session di Instagram Okezone.

Lain halnya dengan generasi milenial yang sudah menikah. Prita mengatakan ada yang namanya faktor-faktor eksternal yang berasal dari pasangan, atau keluarga besar, bahkan anak. Faktor eksternal ini yang nantinya akan berpengaruh pada penghasilan.

“Tapi kalau masih single harusnya bisa dipaksa hidup membagi antara livingnya 50 persen, savingnya 30 persen dan playingnya 20 persen,” lanjutnya.

Prita menegaskan apabila generasi milenial yang masih lajang namun tidak bisa memaksakan untuk menyisihkan 30 persen dari penghasilannya, maka tandanya ada yang salah dari pengelolaan uang.

“Berbeda dengan generasi milenial yang masih lajang, untuk orang yang sudah menikah, di situ harus ada penyesuaian. Biasa penyesuaiannya itu harus bisa menyisihkan 10 persen dari penghasilan kita untuk ditabung dan investasi,” imbuhnya.

Ia pun menambahkan apabila seseorang hendak mengambil cicilan, usahakan jumlahnya hanya 1/3 dari uang yang masuk ke dalam rumah. Misalnya penghasilan gabungan suami dan istri adalah Rp10 juta, berarti cicilan yang mampu mereka ambil adalah Rp3 juta per bulan.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini