IATA Tekankan Risiko Penyebaran Virus Corona di Pesawat Rendah

Restu Prihargayu, Jurnalis · Jum'at 08 Mei 2020 11:49 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 08 481 2210939 iata-tekankan-risiko-penyebaran-virus-corona-di-pesawat-rendah-feIbsdTKhS.jpg Pesawat dibersihkan (Foto: Khaleej Times)

The International Air Transport Association (IATA) alias Asosiasi Transportasi Udara Internasional menjelaskan, perjalanan dengan pesawat dinilai aman karena penyebaran virus corona (COVID-19) selama penerbangan  rendah.

Selain itu, IATA juga menolak pemindahan kursi tengah di pesawat, sebagai bagian dari aturan physical distancing yang ditetapkan pemerintah.

Dilansir dari Khaleez Times, Jumat (8/5/2020), IATA mengatakan, sejauh ini tidak ada transmisi virus corona dari penumpang ke penumpang yang telah dilaporkan selama penerbangan.

Pandemi virus corona

"Peniadaan kursi tengah tidak memberikan jaminan tambahan keselamatan dari virus corona. Sebagian besar maskapai global juga tidak akan mampu menghasilkan pendapatan jika sepertiga dari kursi ditiadakan," Kepala ekonomi IATA, Brian Pearce.

Direktur Jenderal IATA, Alexandre de Juniac mengatakan, membiarkan kursi tengah kosong tanpa penumpang adalah salah satu syarat untuk dimulainya kembali perjalanan udara yang sedang dibahas dengan pemerintah di seluruh dunia.

Membatasi pergerakan kabin

Penasihat Medis IATA, Dr David Powerll mengatakan, risiko penularan virus corona di pesawat rendah karena tidak ada udara yang stagnan, laju aliran udara tinggi. Selain itu pasokan udara juga disaring.

Dr David Powerll menjelaskan, alokasi jumlah kursi normal dapat dipertahankan namun perlu rekomendasi langkah-langkah tertentu dalam penerbangan. Antara lain membatasi pergerakan di dalam kabin selama penerbangan, wajib memakai masker, atau penutup wajah di atas kapal, serta prosedur katering yang disederhanakan guna membatasi pergerakan dan interaksi penumpang dengan awak kabin.

Dia mencatat bahwa interaksi tatap muka telah dibatasi, punggung kursi ada penghalang fisik antara baris dan ada sedikit campuran ketika penumpang duduk diam, yang akan membantu mencegah virus.

Sebuah analisis dari IATA, mereka telah menganalisa dari 18 maskapai penerbangan menunjukkan bahwa ada tiga kejadian infeksi penumpang ke kru, contoh pilot-ke-pilot, tetapi tidak ada penyebaran coronavirus dari penumpang ke penumpang selama penerbangan.

"Risiko penularan virus rendah karena orang biasanya menghindari bepergian ketika mereka sakit. Mereka juga menghindari saling menyentuh dan menutupi wajah ketika batuk atau bersin. Tidak ada bukti juga yang menunjukkan bahwa memiliki kursi tengah yang kosong mengurangi kemungkinan penularan virus corona dari satu orang ke orang lain, "tambahnya.

Dr David Powerll mencatat bahwa semua pesawat barat modern lebih aman karena adanya daur ulang pasokan udara yang terjamin di pesawat. Tetapi pengecualian beberapa pesawat generasi lama dan beberapa kategori tertentu dari pesawat jenis turbo yang mengedarkan udara tanpa penyaringan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini