Kapan Kita Bisa Gantikan Sabun dengan Hand Sanitizer?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Sabtu 09 Mei 2020 17:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 09 612 2211579 kapan-kita-bisa-gantikan-sabun-dengan-hand-sanitizer-4jiMMaUFnb.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

SUMBER penyakit memang masuk melalui mulut kita, tapi yang perlu kita pahami adalah semua yang masuk ke mulut kita dengan sengaja, datang melalui tangan kita. Jadi, jika tangan kita kotor, maka penyakit yang datang semakin banyak.

Bahkan, kotoran yang menempel di tangan dapat menjadi penyakit jika kita mengucek mata. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk mencuci tangan 20 detik dengan sabun dan air mengalir agar kuman, bakteri dan virus tidak

Namun dalam kondisi tertentu, Anda juga bisa memanfaatkan hand sanitizer atau antiseptik. Lalu kapan seharusnya kita cuci tangan di bawah air mengalir menggunakan sabun dan hanya menggunakan antiseptik?

Menurut dr. Dewi Ema Anindia, merujuk pada Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), saat ada kotoran yang menempel pada tangan, maka harus dicuci menggunakan air mengalir dan sabun.

"Tapi kalau tidak ada kotoran, baru makan atau setelah makan boleh pakai antiseptik. Yang kelihatan kotorannya tetap harus pakai sabun dan hand sanitizer," ujar dr. Dewi.

Dia melanjutkan, pemilihan antiseptik bisa dilakukan dengan mempertimbangkan kandungannya. Kandungan alkohol misalnya, berisiko membuat kulit lebih kering, namun efektif membunuh kuman di tangan.

cuci tangan

"Tangan kita merupakan media yang rentan untuk penularan berbagai macam infeksi, paru-paru, pernapasan, sampai sistem pencernaan," jelas dr. Dewi.

Namun berbeda dengan penggunaan antiseptik pada bayi. Untuk bayi, sebaiknya tidak menggunakan antiseptic yang mengandung alkohol karena dapat menyebabkan mata perih. "Produk buat bayi yang non alkohol sudah ada antibakterinya dan efektif," lanjutnya.

Sekadar informasi, Sally Bloomfield, seorang profesor di London School of Hygiene anda Tropical Medicine telah mengatakan, virus jauh lebih tahan terhadap desinfektan daripada bakteri.

Menurutnya, COVID-19 tergolong virus amplop, yang berarti memiliki lapisan di sekitarnya, yang dapat diserang alkohol. Walaupun hand sanitizer berpotensi efektif melawan beberapa bakteri, tetapi ini bukanlah sesuatu yang akan direkomendasikan.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini