Menelisik Sejarah Perayaan Hari Ibu Sedunia

Pradita Ananda, Jurnalis · Minggu 10 Mei 2020 11:56 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 10 196 2211783 menelisik-sejarah-perayaan-hari-ibu-sedunia-euz1pEscGo.jpg Hari Ibu Sedunia (Foto: Farmers Almanac)

Jika di Indonesia Hari Ibu dirayakan pada 22 Desember, peringatan Hari Ibu Sedunia diperingati secara global di setiap 10 Mei.

Peringatan perayaan Hari Ibu Sedunia memiliki sejarah yang panjang, momentum merayakan sosok seorang ibu bisa ditelisik sejak masa Yunani dan Romawi kuno. Dalam kebudayaan Yunani dan Romawi kuno, diketahui ada festival untuk menghormati ibu, Dewi Rhea dan Cybele. Sedangkan di era modern, momentum awal untuk Hari Ibu adalah festival yang dikenal sebagai Mothering Sunday.

Perayaan Hari Ibu Sedunia tidak bisa jika tidak menyebut nama Ann Reeves Jarvis, sosok inspirasi di balik tercetusnya Hari Ibu. Pada 1858, Ann menggelar perhelatan 'Mother’s Work Days', yang kala itu ia atur sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan sanitasi dan mencegah kematian dari serangga pembawa penyakit dan air yang tercemar.

 ibu dan anak-anak

Kala itu, anak perempuan Ann, Anna Jarvis masih berusia 12 tahun ketika di tahun 1878 ia mendengarkan sang ibu, Ann mengajari kaum ibu pada saat Sekolah Minggu. Ann juga mendirikan klub khusus, 'Mothers’ Day Work Clubs' untuk mengajari kaum wanita lokal setempat untuk mendidik anak-anak mereka dengan baik.

Ann mengatakan, ia begitu berharap suatu hari nanti seseorang akan membuat peringatan hari khusus untuk ibu. Sebab sudah banyak hari yang ditujukan untuk kaum pria tapi belum ada hari khusus yang didedikasikan untuk para ibu.

Rupanya perkataan Ann begitu melekat di pikiran dan benak Anna muda. Hingga akhirnya sang ibu meninggal pada 1905, Anna Jarvis memutuskan untuk meneruskan pesan dan perjuangan aktivis sang ibu tercinta tentang hari khusus yang didedikasikan bagi para ibu.

Setelah kematian ibunya, Anna Jarvis memulai kampanye yang luar biasa. Ia mengirimkan surat ke banyak sosok terkenal dan berpengaruh, di antaranya Presiden William Taft, Presiden Theodore Roosevelt hingga meminta bantuan pemilik pusat perbelanjaan di Philadelphia, John Wannamaker.

Perjuangan Anna tak sia-sia, akhirnya pada 1914 Kongres Amerika meloloskan resolusi peringatan Hari Ibu. Secara resmi ditandatangani oleh Presiden Woodrow Wilson, 10 Mei, minggu kedua di bulai Mei ditetapkan sebagai Hari Ibu dan masuk sebagai salah satu hari libur di kalender resmi Amerika.

Namun tak hanya sosok Ann dan Anna Jarvis, adanya Hari Ibu juga didukung pula oleh penulis puisi dan aktivis perempuan asal Boston, Julia Ward Howe. Pada tahun 1870, Julia menuliskan 'Mother’s Day Proclamation,', atau Proklamasi Hari Ibu, yakni seruan untuk bertindak yang meminta para ibu untuk bersatu dalam mengkampanyekan perdamaian dunia, sesaat setelah terjadinya Perang Perancis-Prusia yang memakan banyak korban.

Sekarang, berabad-abad setelah pertama kali diresmikan, peringatan Hari Ibu Sedunia dirayakan di seluruh dunia dengan tradisi yang berbeda-beda di tiap negara. Jika di Amerika biasanya di dirayakan dengan memberikan hadiah dan bunga kepada ibu, berbeda dengan di Ethiopia, yang perayaannya dilakukan dengan kumpul keluarga untuk menyanyikan lagu-lagu dan makan-makan di pesta besar, sebagai bagian dari Antrosht, perayaan berhari-hari untuk menghormati ibu.

Namun apapun bentuk perayaannya, seperti tujuan awalnya, Hari Ibu hadir untuk mengakui kontribusi kaum ibu. Demikian seperti diwarta History dan Nationalwomenshistoryalliance, Minggu (10/5/2020).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini