Hadapi New Normal Usai Pandemi Corona, Ini 4 Strategi Wishnutama Benahi Sektor Pariwisata

Pradita Ananda, Jurnalis · Minggu 10 Mei 2020 16:50 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 10 612 2211880 hadapi-new-normal-usai-pandemi-corona-ini-4-strategi-wishunatama-benahi-sektor-pariwisata-E7FQFhtp06.jpg Pariwisata di Bali (Foto: Inst Balidaily)

Meski secara umum semua sektor industri bisnis terdampak karena situasi pandemi virus corona saat ini. Tidak menampik, bahwa sektor industri pariwisata yang menjadi sektor industri paling terdampak akibat pandemi COVID-19.

Sektor industri pariwisata semua negara di dunia, termasuk di Indonesia terhantam keras oleh pandemi virus corona. Banyak pekerja di bidang pariwisata kehilangan pekerjaannya, seperti karyawan hotel.

Usai pandemi corona berakhir, sektor industri pariwisata yang sangat menghasilkan ini harus dibenahi secara cepat namun tetap terstruktur. Apalagi sektor industri pariwisata Indonesia adalah penghasil pendapatan terbesar untuk Indonesia setelah industri kelapa sawit.

 Menparekraf Wishunatama

Menyadari nantinya dunia dan masyarakat dunia akan masuk dan menjalani kehidupan new normal setelah pandemi ini berakhir, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama mengatakan, sebelum pandemi corona sebenarnya ia sudah menyusun sederet rangkaian strategi untuk Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Tujuannya membenahi sektor pariwisata Indonesia.

Strategi yang ia paparkan sebagai persiapan menghadapi new normal tersebut ialah konsep back to basic, yang artinya sektor pariwisata harus kembali ke pemenuhan kebutuhan-kebutuhan dasar. Kebersihan, keselamatan, dan keamanan.

“Sebelum ada pandemi COVID-19, saya sedikit ubah strategi di Kemenparekraf ini, sudah masuk di rencana tahun 2020. Justru pariwisata itu harus back to basic, contoh deh pengadaan toilet bersih. Makanya anggaran itu sengaja dibikin buat yang back to basic, kalau destinasi wisata kita bersih, toiletnya bersih, teratur, rapi, itu pasti jauh lebih menarik. Pasar tradisional itu, enggak usah canggih-canggih, utamanya dibikin bersih,” jelas Wishnutama, Minggu (10/5/2020) dalam Virtual Conference I’m Gen-Z, Tantangan, Harapan, dan Masa Depan New Normal.

Kebutuhan dasar yang kedua, terang Wishnutama, keselamatan. Contohnya pengadaan tim rescue di sepanjang destinasi wisata pantai dan laut sebagai kebutuhan dasar sektor pariwisata Indonesia yang harus dipersiapkan untuk menghadapi situasi new normal setelah pandemi.

“Misal kita ke pantai, lihat ada tim rescuenya enggak? Kalau ada apa-apa kita bisa minta tolong siapa coba, padahal itu mendasar banget loh,” imbuhnya.

Kemudian selanjutnya kebutuhan keamanan. Mempersiapkan kebutuhan keamanan industri pariwisata Indonesia, sudah dikoordinasi dengan banyak pihak terkait. Mulai dari BNPB, Kementerian Kesehatan, Kepolisian, sampai Kementerian PUPR dan Perhubungan terkait pembangunan infrastruktur.

Sebagai tambahan, Wishnutama juga menyebutkan ia dan tim tengah menggodok berbagai protokol tambahan. Protokol tambahan ini nantinya mengatur eksekusi bukan hanya di tempat wisata, tapi juga spesifik seperti di hotel, bandar udara, tempat hiburan, sampai tempat umum seperti bioskop.

“New normal ini in-line dengan yang kita sudah siapkan, ditambah dengan protokol kesehatan, ini yang lagi kami siapkan. Bagaimana protokol kesehatan untuk di restoran, hotel, airport, tempat hiburan, sampai bioskop. Ini harus dipersiapkan dari sekarang, enggak bisa nunggu pandemi selesai baru dibikin. Intinya, kebutuhan-kebutuhan dasar di sektor pariwisata dan protokol kesehatan di tempat-tempat tujuan wisata, ini adalah salah satu dari beberapa new normal yang harus dipersiapkan,” pungkas Wishnutama.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini