nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menparekraf Wishnutama Ingatkan Pentingnya Data untuk Pengembangan Parekraf di Era Digital

Pradita Ananda, Jurnalis · Senin 11 Mei 2020 07:42 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 05 11 406 2212026 menparekraf-wishnutama-ingatkan-pentingnya-data-untuk-pengembangan-parekraf-di-era-digital-6gKlZEkX7F.JPG Menparekraf Wishnutama (Foto : Kemenpar)

Dalam setiap kejadian, baik atau buruk selalu ada hikmah atau pelajaran yang bisa diambil. Meskipun di situasi krisis seperti sekarang, di tengah pandemi virus corona.

Hal ini diungkapkan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia, Wishunatama. Mengacu ke situasi pandemi yang terjadi saat ini, di era revolusi digital 4.0, Wishnutama menilai bukan hanya membuat masyarakat dunia dipaksa untuk bisa melakukan aktivitas secara virtual melalui teknologi digital, namun ada potensi digital yang lebih besar.

“Era digital terakselerisasi lebih cepat, semua orang dipaksa untuk melakukan aktivitas digital. Sekarang kalau tidak terlalu darurat, ke dokter saja pakai layanan telemedis. Artinya apa? ada potensi digital yang lebih besar dibandingkan sebelumya. Potensi di pariwisata banyak, di ekonomi kreatif apalagi. Ini yang generasi muda harus pasti bisa mencari,” terang Wishnutama, Minggu 10 Mei 2020 dalam “Virtual Conference I’m Gen-Z, Tantangan, Harapan, dan Masa Depan New Normal”.

Menparekraf Wishnutama

Menyoroti era digital, Wishnutama mengingatkan agar bisa menang dalam berkompetisi. Menurutnya bagaimana generasi di Indonesia bisa paham dan menguasai ekosistem digital. Salah satunya dengan mempunyai dan bisa mengelola data, sumber kekuatan yang sangat penting saat ini. Wishnutama mengingatkan, untuk jaman sekarang yang namanya data menjadi sangat berharga dan bernilai tinggi.

“Bagaimana bangsa ini bisa kuasai ekosistem digital, salah satu kekuatan yang sangat penting adalah data dan ini yang bisa bikin kita menang. Data jadi valuable hari ini, kalau jaman dulu minyak paling berharga, sekarang hari ini data yang mahal. Tantangannya apa supaya data ini biar bisa berharga? Ya harus melalui proses artificial intelligence (AI), data bisa lebih berharga daripada minyak,” tegasnya.

Menyadari potensi digital yang lebih besar, yang juga berhubungan dengan sektor industri pariwisata dan ekonomi kreatif, termasuk contohnya yang ia gawangi. Wishnutama mengingatkan generasi muda Indonesia sudah waktunya untuk paham betul apa yang dimaksud dengan ekosistem digital. Tujuannya agar bukan hanya menikmati sebagai pelanggan tapi bisa mengelola data yang dimiliki sehingga bisa punya kuasa penuh atas data berharga tersebut.

“Harus paham ekosistem digital tersebut itu kayak apa, jangan cuma enjoy jadi konsumen. Kita harus paham, bisa miliki dan kelola data sehingga bisa mengarahkan bahkan di titik-titik tertentu bisa menguasai,” tutup Wishnutama.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini